Selasa, 05 Jul 2022,


panglima-tni-dan-kapolri-acungi-jempol-vaksinasi-di-unisa-tertibVaksinasi di Universitas Aisyiyah Yogyakarta ditinjau Kapolri dan Panglima TNI. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Panglima TNI dan Kapolri Acungi Jempol Vaksinasi di Unisa Tertib

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan vaksinasi di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Rabu (25/8/2021) sore. Panglima dan Kapolri menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung tertib.


“Targetnya sehari bisa berapa?” tanya Panglima TNI yang dijawab panitia setiap harinya dapat menyelesaikan minimal 1.500 orang.


Panglima dan Kapolri yang didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan juga Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Johantini mengacungi jempol alur vaksinasi yang tidak menyebabkan kerumunan.

Ketua Satgas Covid-19 Unisa Yogyakarta yang juga Ketua Panitia vaksinasi, Fitria Siswi Utami, kepada awak media menjelaskan pihaknya menargetkan sekitar 6.500 peserta selama berlangsungnya kegiatan vaksinasi 25-28 Agustus 2021.


“Dari 6.500 dosis itu, 4.000 (dosis) untuk pelajar dan mahasiswa. Sisanya ada masyarakat umum, pekerja publik seperti ojek online dan lainnya,” ujar Fitria.

Dosen Unisa itu mengatakan, pihaknya juga mempermudah masyarakat sekitar kampus dengan cara membantu mengisi formulir elektronik.

“Kita kontak masyarakat di sekitar Unisa, ada kegiatan vaksinasi di Unisa. Kita juga gunakan sosial media untuk memberitahu kegiatan ini. Masyarakat sekitar yang tidak mengisi link, dibantu humas Unisa,” ujar dia.

Kolaborasi

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menyatakan, vaksinasi massal yang dilakukan ormas Islam Muhammadiyah dan juga Aisyiyah telah berkali-kali dilakukan di berbagai tempat di Tanah Air.

“Kerja sama vaksinasi ini sudah beberapa kali. Di Jakarta, di Medan, di Makassar dan lainnya. Kali ini, di Yogyakarta dipusatkan di Unisa,” ungkap dia.

Tak hanya melibatkan warga Muhammadiyah semata, namun juga masyarakat luas termasuk pemuka agama lintas iman yang turut mendapatkan vaksinasi. Haedar menegaskan, program pemerintah untuk mempercepat vaksinasi harus didukung oleh banyak pihak agar dapat segera terwujud.

“Kenapa kita kerja sama, khusus dengan TNI/Polri selain dengan Kemenkes. Pertama, vaksinasi ini kan harus kerja kolektif yang akseleratif. Muhammadiyah yang punya jaringan massa ke bawah, sejak awal menjadi bagian yang ada di depan menghadapi Covid-19, salah satunya lewat vaksinasi,” paparnya.

Mukti Rahayu, warga Ponowaren Kapanewon Gamping Kabupaten Sleman merasakan dirinya sangat terbantu kegiatan vaksinasi di Unisa Yogyakarta. Selain pendaftarannya mudah, warga sekitar yang tergolong masyarakat kurang mampu juga mendapat paket bantuan sembako.

“Mudah Mas, nggak susah. Tidak berdesak-desakan dan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Mengangkat tema Gerak Kolaboratif Unisa Tanggap Covid-19, vaksinasi yang digelar Universitas Aisyiyah atau Unisa melibatkan tenaga vaksinator dari TNI dan Polri serta RS dan juga mahasiswa kedokteran yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini