Pantai Dijubeli Wisatawan

77
Wisatawan memadati kawasan pantai pada tradisi padusan Rabu (16/5/2018). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tradisi padusan merupakan masa persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini masih kuat dilakukan oleh masyarakat Gunungkidul maupun DIY serta Jawa Tengah.

Satu hari menjelang bulan puasa, warga beramai-ramai mendatangi lokasi-lokasi sumber air untuk melakukan prosesi penyucian diri.

Sejumlah lokasi wisata terutama yang berhubungan dengan air, seperti misalnya pantai selalu ramai ketika momen padusan tiba.

Pada momen padusan Ramadan 1439 Hijriyah kali ini, kawasan pantai selatan Gunungkidul ramai dikunjungi wisatawan sejak Rabu (16/05/2018).

Wisatawan maupun warga memanfaatkan momen tepat sehari sebelum dimulainya bulan puasa untuk berwisata maupun padusan.

Sekretaris Tim SAR Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto,  mengungkapkan pihaknya menerjunkan hampir seluruh kekuatannya untuk melakukan pantauan di kawasan pantai maupun perairan.

Baca Juga :  Antisipasi Teror Bom, Mapolres Periksa Tamu

Total ada sekitar 57 personel disebar di sejumlah titik kawasan pantai yang ramai oleh pengunjung.

Menurut Suris, tingkat kerawanan di masa padusan ini memang lebih tinggi. Pengunjung sebagian besar terjun ke pantai untuk melakukan padusan.

Pihaknya memprioritaskan wilayah-wilayah pantai yang  merupakan daerah-daerah rip current serta Pantai Baron. Pantai Drini sendiri mendapatkan prioritas khusus lantaran diketahui memiliki karakter rip current yang sangat kuat sehingga sangat berbahaya bagi pengunjung.

“Yang biasanya cuma duduk saat momen padusan ini juga akhirnya memilih terjun ke laut,” ucap Suris.

Dia mengimbau seluruh pengunjung untuk waspada mengingat karakter ombak di Pantai Selatan sulit diprediksi. Saat ini, ombak masih terhitung landai. Namun situasi ini bukan tidak mungkin tiba-tiba berubah.

Baca Juga :  Status Merapi Waspada, Tiga Ribu Warga Pakem Dievakuasi

“Kami meminta kepada masyarakat untuk menghindari daerah-daerah rip current,” beber dia.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono,  mengungkapkan pada momen padusan tahun ini pihaknya tidak menggelar acara apapun. Acara hiburan maupun pemasangan pipa padusan ditiadakan.

Meski tidak ada acara, Hari tetap optimistis kawasan pantai Gunungkidul akan tetap ramai oleh wisatawan pada momen padusan.

“Mohon maaf kepada masyarakat, tahun ini kami tidak menggelar acara apapun. Tapi mungkin dari Pokdarwis masing-masing obyek wisata yang menggelar acara,” kata dia. (sol)