Parpol Sengaja Daftar di Hari Terakhir

47
Perwakilan parpol mendaftar di KPU Sleman, Selasa (17/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Beberapa partai politik (parpol) di Kabupaten Sleman tampaknya sengaja melakukan pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Sleman, Selasa (17/07/2018). Apabila data bacaleg belum lengkap, maka bisa diperbaiki sampai Minggu (22/7/2018).

Ketua Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Sleman, Indah Sri Wulandari, mengakui banyak parpol mendaftarkan bacalegnya di hari terakhir.

“Ada beberapa parpol yang mendaftarkan bacalegnya. Progres pendaftaran Pencalonan di KPU Kabupaten Sleman yaitu Nasdem 50, PSI 22, PKB 50, PKS 50, PKPI BA Pengembalian, Perindo 36, PDIP 50, Garuda BA Pengembalian,” kata Indah.

Dari beberapa parpol yang mendaftar itu, ada parpol yang belum lengkap berkasnya. “Formulir terkait surat pengajuan calon dari PKPI tidak ada, maka harus dilengkapi sampai pukul 24:00 ,” ungkapnya.

Baca Juga :  UMY Luncurkan Prodi Program Profesi Insinyur

Sementara itu, pada hari sebelumnya, sudah ada dua parpol yang mendaftar yaitu Partai Nasdem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi mengatakan beberapa parpol memilih untuk mendaftar di hari akhir karena ada beberapa kelengkapan persyaratan yang belum terpenuhi.

“Beberapa parpol terkendala soal Sistem Indormasi Pendaftaran Calon (Silon) yang belum lengkap, selain itu ada beberapa parpol yang di pertengahan jalan terjadi pergantian posisi bacaleg,” ujarnya.

Menurut Ahmad Shidqi, yang paling penting saat pendaftaran bacaleg adalah formulir model B, B1, B2, dan B3. Model formulir B yaitu terkait pendaftaran calon, B1 terkait daftar nama calon, B2 terkait surat pernyataan yang menyatakan proses rekrutmen berlangsung secara demokratis yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris parpol.

Baca Juga :  Polres Kulonprogo Buru Tujuh Orang Ini

Terakhir B3 yaitu menandatangani fakta integritas tidak menyertakan narapidana bandar narkoba, kasus kejahatan seksual terhadap anak, dan kasus korupsi.

“Berkas seperti ijazah, SKCK, kalau belum, bisa dilengkapi sampai tanggal 22,” ujar Ahmad Shidqi. (sol)