Pemudik Bisa Lintasi JLSS

Setelah H Plus 10 Ditutup Lagi

162
Prosesi sederhana pembukaan JLSS untuk  alternatif arus  mudik dan balik Lebaran,  Rabu (13/06/2018) (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Jalur Lintas Selatan Selatan (JLSS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa di Kabupaten Kebumen, Rabu (13/6/2018) pagi, resmi digunakan fungsional untuk arus  mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Pembukaan jalan dan jembatan Luk ulo secara simbolis ditandi pembukaan barikade jalan di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen.

Pembukaan barikade dilakukan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kebumen Mahmud Fauzi, Pejabat  Pembuat Komitmen (PPK) 12 Satuan Kerja  Pelaksana Jalan  Nasional (Satker PJN) Wilayah 2  Jateng Andi Nugroho Jati, Dinas Perhubungan Kebumen, serta Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen AKP Suryo Wibowo.

“H + 10 kita tutup lagi untuk melanjutkan pembangunan,“ kata Andi Nugroho Jati kepada korandernas.id.

Penggunaan fungsional JLSS bersifat sementara untuk keperluan arus mudik dan balik Lebaran. Satker PJN Wilayah 2 Jateng  bersama kontraktor melakukan pengamanan di sekitar Jembatan Luk Ulo.

Baca Juga :  KONI Sleman Gelar Musorkablub 2017

Jembatan Luk Ulo yang menghubungkan JLSS sepanjang 38,5 km,  masih  ada kelanjutan pembangunan. Di antaranya pembangunan pagar jembatan, trotoar untuk pejalan kaki, pengaspalan  jalan   di sekitar jembatan itu.

Jalan lintas selatan selatan sebagai jalan alternatif terhubung dengan  jalan utama selatan Jateng dari arah  Gombong,  Karanganyar, Sruweng ke arah selatan, melewati jalan penghubung jalan  kabupaten Kebumen.

Di Tambakmulyo, melintasi wilayah Kecamatan Puring  dan  Petanahan ke arah timur hingga JLSS di Kabupaten Purworejo.

Kemudian, lurus ke arah timur di Temon Kabupaten Kulonprogo. Dari  Congot, Temon, kembali ke jalur utama selatan Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Dinas  Perkerjaan Umum dan Penataan  Ruang Kebumen H Slamet Mustolkhah kepada koranbernas.id, pekan lalu, menjelaskan tidak  semua  ruas jalan kabupaten, jalan penghubung ke JLSS kondisinya baik.

Baca Juga :  Giripeni Studi Banding ke Desa Puro Sragen

Ada beberapa kilometer rusak berat dan sedang. Di antaranya di Buayan dan Petanahan. (sol)