Sabtu, 27 Nov 2021,


pendirian-negara-khilafah-salah-kaprahMenhan RI, Ryamizard Ryacudu, disela kuliah umum 'Pelatihan Bela Negara kepada 1200 Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan' di Auditorium UPN "Veteran" Yogyakarta, Selasa (30/10/2018).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)


yvesta
Pendirian Negara Khilafah Salah Kaprah

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Keinginan sejumlah pihak yang ingin menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara khilafah. Hal itu dinilai salah kaprah karena Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa.


"Ini salah kaprah, tidak ada alasan orang-orang islam membentuk negara islam karena kandungan Pancasila sudah lengkap," ungkap Menteri Pertahanan (menhan) RI, Ryamizard Ryacudu, disela memberikan kuliah umum 'Pelatihan Bela Negara kepada 1200 Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan' di Auditorium UPN "Veteran" Yogyakarta, Selasa (30/10/2018).

  • Jangan Sampai ke Kraton Jogja Pakai Visa
  • Tak Iingin Terdisrupsi ? Jangan Menoleh ke Belakang

  • Menurut Menhan, dalam sila pertamanya, Pancasila mengakomodir urusan agama. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung kebhinekaan yang tunggal ika

    "Apa alasannya mendirikan negara khilafah? Kita ini bangsa yang beragama tapi bukan negara agama," tandasnya.


    Menhan menyebutkan, sejumlah pihak saat ini terjebak dengan paham radikal. Mereka bahkan rela mengorbankan nyawanya karena iming-iming masuk surga.

    Iming-iming tersebut adalah kebohongan yang luar biasa. Tidak ada dalil membunuh orang bisa masuk surga. Radikalisme secama itu sangat berbahaya karena salah kaprah.

    "Ini yang salah kaprah, ini kurang pendalaman, nggak jelas. Paham radikal bunuh orang masuk surga, nenek moyangnya apa kok bunuh orang masuk surga. Bunuh diri itu di mana-mana dari kecil saya diajari tidak diterima langit dan bumi," ungkapnya.

    Karena itulah Ryamizard berharap generasi muda menjauhi paham radikal. Mereka juga harus menjaga integritas dan karakternya.

    "Bila para mahasiswa juga dibekali wawasan kebangsaan yang utuh, maka tidak mudah terpecah belah," ungkapnya.

    Menhan menambahkan, Indonesia terdiri dari berbagai macam suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman yang dimiliki bangsa ini semestinya jadi salah satu pondasi bangsa ini.

    "Bhinneka Tunggal Ika bangsanya, UUD 1945 landasan hukumnya, demokrasi adalah sistemnya, dan pancasila adalah dasar negaranya. Ini semua sudah final dan harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar lagi," imbuhnya.(yve)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini