Pengajian PDHI Sarana Menambah Ilmu

35
Drs H Sunardi Syahuri. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –  KRT Jatiningrat secara resmi menutup pengajian ulama umaro yang digelar Pengurus Pusat Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia (PDHI), Jumat (08/06/2018).

Pengajian itu sendiri sudah berlangsung selama bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah di Gedung PDHI Sasonoworo Alun-alun Utara Yogyakarta.

Bagi jamaah, kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk menambah  ilmu dan wawasan. “Semoga bisa menambah ilmu, wawasan dan pengetahuan serta keimanan,”  tutur KRT Jatiningrat, pelindung PDHI itu.

Pada pengajian putaran terakhir tersebut, tampil sebagai penceramah Ustad Drs H Sunardi Syahuri. Dia mengupas fenomena pernikahan sejenis atau LGBT (Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender).

Hal itu sangat menyalahi kodrat dan bertentangan dengan Al Quran. Karenanya harus dicegah jangan sampai terjadi di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Mudahkan Perizinan, Pemkab Segera Bangun Mal

Kalau itu terjadi berarti malapetaka. Selain bertentangan dengan kodrat dan Al Quran, juga akan merusak kualitas pelakunya.

“Mereka akan kehilangan ketahanan tubuh sehingga rentan terkena penyakit-penyakit berat, bahkan bisa mematikan,” ungkap  Ustad Drs H Sunardi Syahuri pada Oleh karena itu setiap orangtua harus waspada terhadap pergaulan anak-anaknya agar jangan sampai terjerumus pada hal seperti itu.  “Kalau pergaulan ada tanda-tanda mengarah ke sana sejak dini harus diluruskan,” kata dia.

Sebagian ibu-ibu jamaah pengajian ulama umaro PDHI putaran terakhir. (arie giyarto/koranbernas.id)

Sesuai sunatullah, kata Ketua Umum PDHI itu, pria harus menikah dengan wanita. Begitu pula sebaliknya. Dampak lain perkawinan sejenis, manusia akan berkurang jumlahnya.

Karena pria tidak bisa menghamili sesama pria. Demikian pula sebaliknya wanita sehingga tidak akan mendapat keturunan.

Baca Juga :  Kapal Kemanusiaan Papua Tak Bawa Mi Instan

Untuk pencegahannya, jangan memberikan mainan boneka pada anak laki-laki semasa masih kecil. Demikian pula anak perempuan jangan diberi mainan yang bisa membuka peluang perkembangan kejiwaan ke arah sana.

Hal ini harus menjadi perhatian serius karena belakangan ini jumlahnya terus meningkat. Karena hal ini sudah menjadi masalah dunia dengan dukungan banyak negara.

Sebenarnya, menurut Sunardi, kalau mendapat masalah kembalikan kepada Allah SWT atau pemimpin. Sayangnya pemimpin sekarang sering mengambil keputusan yang potensial menuai konflik, termasuk masalah LGBT.

Karenanya kembalikan kepada Allah SWT dengan Al Quran- yang kandungannya mengatur seluruh peri kehidupan manusia. (sol)