Penyakit Jantung Koroner Penyebab Kematian Tertinggi

322
Heru Poerwadi didampingi dr Lucia Kris Dinarti, dan Vita Yulia Kisworini melakukan senam bersama peserta workshop.(W Asmani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Wakil Walikota Yogyakarta, Heru Poerwadi meminta warga dan jajaran birokrasi memiliki pola hidup sehat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatannya.

“Memasuki usia 40 tahun, saya tidak minum es dan gula. Dari dulu saya rutin minum teh rosela dan teh tawar dan makan dengan nasi merah,” jelas Heru dalam workshop “Pencegahan Penyakit Tidak Menular”, di Balaikota Rabu (12/09/2018).

Tekadnya ini, kata Heru, lantaran banyak orang berusia 50 tahun yang memiliki banyak keluhan penyakit. Terutama penyakit jantung dan gula.

“Apa yang terjadi pada diri kita, sebenarnya kita sudah memahaminya,” ujarnya.

Apalagi baru-baru ini beberapa pegawai pemerintahan Kota Yogyakarta meninggal mendadak. Padahal sebelumnya mereka Nampak sehat dan biasa saja.

“Ketika saya menyelesaikan tesis, saya memaksakan diri untuk segera merampungkannya. Akibatnya timbul penyaki- penyakit dalam tubuh saya, disebabkan pikiran,” kata Heru membeberkan tips kesehatannya.

Baca Juga :  Festival Warung Hik Meriahkan Hari Jadi klaten

Dokter Spesialis Jantung RSUP dr Sardjito, dr Lucia Kris Dinarti menyampaikan penyakit jantung koroner saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah, mendorong peningkatan terjadinya serangan jantung.

Menurut Kris, tanda-tanda umum yang terlihat saat serangan jantung, penderita mengeluh sakit di dada kiri. Jika kasus semacam ini ditemui, Kris menyarankan panderita sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit atau dokter guna mendapatkan tindakan segera.

“Dokter akan melakukan tindakan menghilangkan rasa nyeri di dada, membuka sumbatan dengan obat atau tindakan operasi bedah jantung,” katanya.

Namun, Kris juga mengingatkan, akan lebih baik kalau masyarakat membiasakan pola hidup sehat untuk mencegah datangnya berbagai macam penyakit, termasuk jantung.

Selain tidak menimbulkan kesakitan, pencegahan juga jauh lebih hemat daripada sudah terlanjur muncul penyakit dan melakukan pengobatan.

Baca Juga :  Ingin Janggel Jagung Bernilai Ekonomis? Ini Salah Satu Caranya

Untuk pencegahan bisa dilakukan dengan rutin melakukan pemeriksaan guna mendeteksi dini rekam jantung ditambah dengan pola hidup sehat dengan memperbanyak makan sayur dan buah.

Pencegahan dengan Germas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Vita Yulia Kisworini menambahkan, pentingnya masyarakat melakukan gerakan hidup sehat.

“Germas harus dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat. Pemkot Yogya mendukung germas sampai tingkat dasa wisma,” terang Vita.

Guna mendorong budaya hidup sehat ini, Pemkot Yogyakarta sudah mengenalkan aturan baru yakni wajib berolahraga. Setiap hari, dari jam 10.00 sampai jam 12.00 akan terdengar suara sirine, sebagai tanda pegawai di lingkungan Pemkot Yogyakarta wajib berolah raga.

“Pasca kematian 4 pegawai di lingkungan Pemkot Yogyakarta, kami akan menyelenggarakan pengecekan rekam jantung untuk pegawai,” beber dia.(SM)