Perempuan Tak Berminat Jadi Caleg

82

KORANBERNAS.ID — Partai politik (parpol) peserta Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD  Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2019, tidak gampang melaksanakan kewajiban memenuhi caleg perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.

Kurangnya minat perempuan menjadi caleg merupakan salah satu penyebab parpol kesulitan memenuhi ketentuan itu. Inilah ungkap Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kebumen Dra Halimah Nurhayati MPA.

Kepada wartawan usai menyerahkan bingkisan lebaran 700 paket dari Bambang  Susatyo  SE MBA, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI/Ketua DPR RI, Minggu (10/06/2018), dia menyampaikan pada penyusunan caleg untuk pemilihan anggota DPRD Kabuaten Kebumen, DPD II Partai Golkar baru merampungkan  80 persennya.

Belum  selesainya penyusunan caleg  salah satunya  disebabkan  masalah pemenuhan kewajiban  memenuhi kuota caleg  perempuan. Dia optimistis saat penyampaian caleg ke KPU Kebumen, Juli 2018, penyusunan caleg rampung.

Baca Juga :  Anggota DPD RI Prihatin Tiap Hari Muncul Korupsi

Halimah yang didampingi  Sekretaris  DPD II Partai Golkar Kebumen  Drs Lulus Triparyadi  menambahkan, untuk memenuhi kuota sekurang-kurangnya caleg  perempuan 30 persen atau 15 orang, sebenarnya bisa dicukupi  dari pengurus DPD II Partai Golkar Kebumen. Namun sedikit kader perempuan bersedia menjadi  caleg.

“Kami akan mencalonkan 50 orang, sesuai dengan ketentuan  jumlah caleg  sebanyak-banyaknya,“ kata Halimah Nurhayati. Jumlah caleg  setiap parpol sama dengan jumlah kursi DPRD  Kabupaten Kebumen hasil Pemilu legislatif.

Afirmasi atau perlakuan khusus kepada caleg perempuan, menurut Halimah, cukup luas. Parpol tidak boleh menyusun caleg perempuan pada nomor paling akhir di satu daerah pemilihan.

Urutan caleg berselang-seling perempuan dan  laki laki. Sistem pemilu proporsional terbuka memberi peluang yang sama  caleg  perempuan bisa terpilih. (sol)

Baca Juga :  Darah Saja Diberikan Apalagi Cinta