Kamis, 03 Des 2020,


peserta-upacara-memakai-sarung-dan-berpeciPeringatan Hari Santri di MAN 5 Sleman. (istimewa)


Siaran Pers

Peserta Upacara Memakai Sarung dan Berpeci

MAN 5 Sleman Selenggarakan Peringatan Hari Santri
SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2020, seluruh guru, pegawai dan satu perwakilan siswa setiap kelas MAN 5 Sleman mengikuti peringatan Hari Santri yang digelar secara virtual.

Mereka mengikuti upacara bendera yang diselenggarakan Kementerian Agama RI melalui akun youtube Pendis Channel, dilanjutkan doa bersama di tingkat Kanwil Kemenag DIY secara virtual via zoom.


Baca Lainnya :

Upacara dilaksanakan secara sederhana di Aula Madrasah setempat dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Kamis (22/10/2020), di antaranya memakai masker.

Peringatan Hari Santri tahun 2020 ini mengusung tema Santri Sehat Indonesia Kuat. Peserta upacara menggunakan sarung, atasan putih, berpeci hitam bagi laki-laki.


Baca Lainnya :

Sedangkan perempuan memakai gamis putih. Walaupun upacara tidak dilakukan secara langsung, namun semua peserta upacara tetap mengikuti jalannya upacara secara tertib dan khidmat.

Wakil Kepala Urusan Humas MAN 5 Sleman, Selasi Umi Maryanti SPd, seusai upacara virtual menyampaikan kegiatan lain untuk menyemarakkan hari santri adalah lomba membuat konten video bagi siswa yang berkaitan ucapan hari santri dengan tagline Santri Sehat Indonesia Kuat, khataman Al Quran dan doa bersama.

"Kami mengandakan lomba yang menggunakan sarana digital yaitu lomba membuat konten video yang berkaitan ucapan hari santri bagi siswa. Karena sekarang masih pandemi Covid-19, bukan lomba yang tatap muka, untuk menghindari kerumunan massa," ujar Selasi.

Kepala MAN 5 Sleman Drs Aris Fu’ad menuturkan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19 maka upacara digelar secara virtual.

Upacara ini sebagai wujud meneladani semangat jihad tokoh-tokoh Indonesia dari kalangan santri dan kiai yang ikut berjuang membela negeri.

“Hari santri untuk memperingati peran besar para kaum kiai dan santri memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, bertepatan dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari tepat pada 22 Oktober 1945,” ungkap Aris Fu’ad.

Dia menegaskan peringatan hari santri bukanlah tanpa tujuan. Menengok balik sejarahnya, terdapat histori yang melekat mengenai awal mula peringatan ini muncul.

“Hari Santri Nasional selalu diperingati agar menjadi bahan refleksi bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas diri para santri,” kata dia.  (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini