Pilpres 2019 Tempatkan PKS Parpol Papan Atas

95
ilustrasi. (Vikri Noviandi)

KORANBERNAS.ID – Perhelatan politik pemilu presiden (Pilpres) 17 April 2019 merupakan kesempatan emas bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai politik (parpol) papan atas serta menentukan.

Selain partai ini sudah berumur 20 tahun, dalam hitung-hitungan politik juga dinilai lebih memiliki kesiapan untuk menempatkan kadernya di ajang Pilpres.

Optimisme tersebut disampaikan Presiden PKS H Mohammad Sohibul Iman PhD, Minggu (08/07/2018), pada Halal Bi Halal Keluarga Besar PKS DIY di Jogja Expo Center (JEC).

“Kita sudah punya bekal cukup untuk memimpin negeri ini. Setelah 20 tahun, kita harus tampil sebagai entitas yang mengayomi seluruh rakyat Indonesia. Pilpres 2019 untuk menjadikan PKS sebagai partai papan atas,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Semua Produk China Harganya Murah

Di hadapan ribuan kader dan simpatisan, lebih jauh Mohammad Sohibul Iman juga menyampaikan optimisme PKS DIY akan menang. Hal ini mengingat kader dan simpatisan di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki semangat yang luar biasa.

“Yogyakarta banyak memiliki kader yang berusaha menjaga nilai-nilai PKS. Kalau ingin melihat kader PKS sejati, datanglah ke Yogyakarta,” kata dia.

Ribuan kader dan simpatian PKS mengikuti Halal Bi Halal di JEC, Minggu (08/07/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sedangkan momentum milad 20 PKS hendaknya dijadikan muhasabah yang miliki makna penting ke arah yang semakin baik.

PKS, kata dia, harus bisa memberikan kontribusi yang optimal untuk umat, bangsa dan kemanusiaan di seluruh dunia.

Dia mengakui, tantangan ke depan makin besar. Namun semua itu harus disikapi sebagai bagian dari perjuangan menegakkan kebenaran.

Baca Juga :  Satpol PP Persilakan PKL Berdagang di Alun-alun

Tak boleh ada seorang pun anggota PKS menganggap perjalanan dakwah sudah berhenti, melainkan masih panjang.

Di tengah stigma, label dan fitnah yang mengarah PKS,  menurut Mohammad Sohibul Iman, semua itu harus disikapi dengan dewasa dalam rangka meraih tujuan partai di masa depan. “Kita sudah 20 tahun, tidak boleh kita seperti anak kecil yang baperan,” ungkapnya.

Sementara itu anggota DPD RI dari DIY, Cholid Mahmud, dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya istikomah. Perintah istikomah itu tidak ringan. (sol)