Kamis, 03 Des 2020,


pmi-gandeng-icrc-melatih-pemulasaraan-jenazah-dengan-protokol-ketatSebagian dari proses pelatihan pemulasaraan jenazah yang diselenggarakan PMI DIY bekerja sama dengan ICRC. (istimewa)


Warjono

PMI Gandeng ICRC Melatih Pemulasaraan Jenazah dengan Protokol Ketat


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Palang Merah Indonesia (PMI) DIY menggandeng PMI Pusat dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) Jakarta menggelar Lokalatih Manajemen Pemulasaraan Jenazah. Kegiatan itu berlangsung 20-23 Oktober 2020 di Pusdiklat PMI DIY Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.

“Lokalatih ini sangat penting mengingat salah satu pelayanan PMI dalam tanggap darurat bencana penanganan Covid-19 adalah pelayanan ambulans,” tutur GBPH H Prabukusumo SPsi, Ketua PMI DIY.


Baca Lainnya :

Relawan PMI membantu masyarakat dalam pemulasaran jenazah melalui ketugasan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah.

Selain itu, juga bertugas pada penanganan pelayanan ambulans kegawatdaruratan. “Saya berharap, relawan di lapangan bekerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri sendiri. Bekerja dengan ikhlas,” kata dia.


Baca Lainnya :

Dr Endang Pudjiastuti M Kes selaku Wakil Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Relawan PMI DIY dalam manajemen pemulasaraan jenazah dan sekaligus menyusun standar prosedur (SOP) pemulasaraan jenazah.

“PMI DIY telah melaksanakan pelayanan ambulans, khususnya pemakaman sebanyak 239 kali, baik karena Covid-19 maupun non-Covid-19 di PMI Kabupaten/Kota. Banyaknya pelayanan khususnya pemakaman, menuntut PMI semakin meningkatkan kapasitasnya,” kata Endang.

Senada, Febi Dwi Putri selaku Movement Cooperation Officer, International Committee of the Red Cross (ICRC) berharap, dengan adanya pelatihan manajemen pemulasaran jenazah, relawan yang bekerja menangani jenazah selama masa pandemi dapat melakukan tugasnya dengan aman dan selamat.

Kegiatan yang diikuti 16 orang relawan dari PMI kabupaten/kota di DIY ini berlangsung empat hari dengan metode kombinasi luring dan daring.

“Dua hari dengan metode daring atau online. Sedangkan dua hari luring, yakni simulasi dan selanjutnya menyusun SOP. Ini untuk mengurangi interaksi. Peserta juga dibatasi dan kita perketat protokol kesehatan,” ungkap Istianasari, Kepala Sub Divisi Kesehatan Darurat Divisi Kesehatan PMI Pusat sekaligus salah seorang narasumber.

Selanjutnya, untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap kemanusiaan, PMI membutuhkan jejaring luas. Di antaranya mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan PMI. “Mari bersama menebar senyum, tiada henti berkarya untuk kemanusiaan,” ajaknya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini