PPP Belum Penuhi Syarat, PKPI Kuda Hitam

271
Komisioner KPU DIY menyampaikan keterangan pers hasil pleno verifikasi faktual kepengurusan partai politik di DIY, Senin (05/02/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY resmi mengumumkan hasil pleno verifikasi faktual terhadap 16 partai politik (parpol) di DIY.

Sebagian besar kepengurusan parpol  lolos termasuk semua parpol baru dan parpol lama yang pada pemilu 2014 memperoleh suara di bawah satu persen. Satu satunya kepengurusan parpol di DIY yang belum memenuhi syarat (BMS) adalah PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Komisioner KPU DIY, Siti Ghoniyatun, menjelaskan kepengurusan parpol tingkat provinsi harus memenuhi setidaknya 75 persen dari keseluruhan kabupaten/kota.

Kepengurusan parpol terdapat keterwakilan perempuan sekurangnya-kurangnya 30 persen serta domisili keberadaan kantor parpol.

“Seluruh parpol yang kami verifikasi bisa menunjukkan tiga hal yakni kantor, kepengurusan dan keterwakilan perempuan. Meski ada beberapa tidak mencantumkan keikutsertaan di kabupaten/kota namun memenuhi syarat 75 persen jadi tetap Memenuhi Syarat,” ungkap Siti Ghoniyatun, Senin (05/02/2018).

Mengenai kepengurusan PPP DIY, menurut dia, memang sebelumnya ada beberapa catatan karena sempat terjadi persoalan internal. Selain itu, juga masih ada predikat BMS pada kepengurusan PPP Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman.

“PPP kami plenokan akhirnya memenuhi syarat pada 3 Februari 2018, kemudian KPU DIY mengesahkan di tataran provinsi. Kami mengikuti Sipol, pada waktu perbaikan tercantum alamat domisili kantor berada di Jalan Damai Pusung Sleman, sebelumnya di Jalan Tentara Rakyat Mataram,” kata dia.

Baca Juga :  Polisi  Amankan Pemakai Narkoba

Kantor baru alamat kantor kepengurusan PPP DIY juga dibuktikan dokumen hingga pemilu berakhir 2019. Kemudian ada susunan kepengurusan terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara serta Kartu Tanda Anggota (KTA) dan KTP elektronik asli termasuk keterwakilan perempuan.

Menurut dia, PPP belum memenuhi syarat di Kota Yogyakarta, Sleman dan Kulonprogo terkait dengan kepengurusan, keterwakilan perempuan serta domisili kantor.

Sementara, Partai Bulan Bintang (PBB) di Kulonprogo juga mengalami hal yang sama. Satu parpol lama lainnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak mendaftar di KPU Kota Yogyakarta.

Sedangkan parpol besar dan menengah antara lain PDIP, Partai Golkar, PAN, PKS, Gerindra, Demokrat dan Nasdem dinyatakan MS. Semuanya berhasil melengkapi kepengurusan minimal 75 persen di semua kabupaten/kota.

Adapun parpol baru yang memenuhi syarat antara lain Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Berkarya.

Sedangkan parpol lama yang pada pemilu 2014 memperoleh suara kurang dari satu persen seperti PKPI DIY juga dinyatakan lolos memenuhi syarat dengan persentase 100 persen.

Ketua DPW PPP DIY versi Rohmahurmuzy, Amin Zakaria,  mengatakan sudah menyiapkan proses verifikasi sesuai data yang diunggah ke Sipol KPU RI.

Mengenani kekurangan persyaratan yang dinyatakan belum memenuhi syarat di tiga kabupaten dan kota, dia siap melengkapinya hingga batas akhir verifikasi 5 Februari 2018. “Kami yakin semua akan terpenuhi. Sudah kami siapkan semua kekurangan,” katanya.

Baca Juga :  Cara KPU Sleman Tekan Golput Pemilu 2019

Kuda hitam

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI DIY, Faried Jayen Soperadjan, yakin parpol yang dipimpinnya lolos verifikasi faktual.

“Sebelum ferivikasi faktual sebelum ada keputusan MK saya sudah sampaikan, kalaupun akhirnya dilakukan verifikasi faktual kita sudah sangat kuat, kita sudah siap. Teman saya banyak,” kata Jayen terkait lolosnya PKPI DIY.

Bagi PKPI DIY, lanjut dia, bukan pekerjaan sulit memenuhi  kewajiban verifikasi faktual. Jika pada pemilu 2014 PKPI DIY memperoleh suara 0,9 namun pada pemilu 2019 pihaknya menargetkan mampu memperoleh suara lebih dari 5 persen.

“Tidak hanya tingkat provinsi dan kabupaten, kepengurusan kita sudah lengkap 100 persen sampai tingkat DPC/kecamatan,” tandasnya.

Kehadiran PKPI di bawah kepemimpinan baru Hendro Priyono berpotensi menjadi kuda hitam dalam kontestasi pemilu nanti.

Terjadinya perombakan struktur parpol menandai jika parpol berlambang burung garuda, padi dan kapas tersebut tak bisa diremehkan.

“PKPI punya semangat baru menyatukan NKRI. Harapan kami masyarakat percaya pada partai yang dulu mungkin belum banyak didengar ini dan kemudian mempercayakan suaranya kepada partai kami ungkapnya,” ungkap pria yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Muda Pancasilais Milenia itu (sol)