prevalensi-stunting-244-persen-masih-jauh-dari-targetPara kader kesehatan memulai pelatihan daring di Purbalingga. (istimewa)


Siaran Pers
Prevalensi Stunting 24,4 Persen, Masih Jauh Dari Target

SHARE

KORANBERNAS.ID, SEMARANG—Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%. Sementara itu, berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8%, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik. Ini adalah upaya yang sangat besar dan cukup sulit. Di Propinsi Jawa Tengah pada 2013 stunting di Jateng mencapai 37%. Jumlah itu turun di tahun 2018 menjadi 31%.


Sementara, data dari SSGI juga mencatat, angka stunting di Jawa Tengah (Jateng) turun hingga 7% selama 2021. Hal ini membuat angka kumulatif stunting Jateng saat ini berada di poin 19,9%. Capaian tersebut berhasil melampaui target Sustainable Development Goals (SDGs) yang meminta angka stunting harus di bawah 20% pada 2030 nanti.


Terkait hal ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang mendata kembali ibu hamil, balita, anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas, untuk kemudian dijadikan dasar untuk menentukan tindakan yang tepat untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Siapa yang bisa mengerjakan itu? Kita semua. Jadi bagi peserta pelatihan hari ini, tularkan ilmunya,” kata Ganjar, di sela acara peluncuran Program Isi Piringku Komunitas di Purbalingga, yang diinisiasi oleh Danone.


Peluncurannya dilakukan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE, B.Econ, MM disaksikan Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang diwakilkan pada Kepala Dinas Pemberdayaan, perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Jawa Tengah Dra Retno Sudewi, Apt M.Si,MM, dan didampingi Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto.

Dikatakan, pelatihan dan program ini merupakan kerjasama Danone Indonesia dan mitra Resourceful Parenting Indonesia (RPI), yang diikuti lebih dari 700 ibu-ibu PKK dan relawan dari Puskesmas di Kabupaten Purbalingga. Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah di desa, menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Keberadaan mereka menjadi pelayanan kesehatan terdepan dari pemerintah dan bisa menjangkau masyarakat secara langsung.

Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto dalam rilisnya menyampaikan, PT Sarihusada Generasi Mahardhika maupun PT. Tirta Investama bisa terus berkontribusi memberikan edukasi nutrisi, hidrasi sehat dan kebersihan lingkungan yang menarik untuk anak anak dan juga keluarga. “Tahun 2022 ini, Program Isi Piringku juga akan memberikan edukasi kepada para ibu atau orang tua, dengan tujuan memperkuat pemahaman gizi seimbang di masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Program “Isi Piringku” dikembangkan Danone Indonesia bersama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB sejak 2017, berupa modul pembelajaran sebagai panduan edukasi gizi yang dapat digunakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK (4-6 tahun). Tahun 2017 – 2021, program edukasi tersebut telah menjangkau 130,276 siswa dan 10,848 guru di 5,111 PAUD/TK yang berlokasi di 27 Kabupaten/Kota dan tersebar di 9 propinsi.

“Ke depannya, kami ingin terus mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak Indonesia dengan menghadirkan program berkelanjutan, edukasi kesehatan dan lingkungan kepada masyarakat luas hingga kerjasama multipihak untuk mendukung generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing untuk Indonesia,” pungkas Vera. (*)

 



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini