TNI-stipram

Pulau Panjang, Spot Menarik untuk Mancing, Berburu Foto, ataupun Sekadar Menikmati Kesunyian

Senin, 03 Sep 2018 | 18:10:30 WIB, Dilihat 446 Kali - Oleh Redaktur

SHARE


Pulau Panjang, Spot Menarik untuk Mancing, Berburu Foto, ataupun Sekadar Menikmati Kesunyian Pintu masuk Pulau Panjang di Kabupaten Jepara. (B Maharani/koranbernas.id)

Baca Juga : Ratusan Pulau Tertancap di Laut, Begitu Molek


TERLAMPAU ke Karimun Jawa?. Anda tidak perlu khawatir. Masih masuk wilayah Kabupaten Jepara, terdapat tujuan wisata baru yang cukup menarik dan memberi pengalaman berharga. Namanya Pulau Panjang.

Saya sendiri begitu penasaran. Maka, saat ada waktu senggang di akhir pekan, saya sempatkan menuju pulau di pesisir Jepara itu.

Pulau Panjang berlokasi di pesisir Jepara. Untuk mencapai pulau ini, harus menyeberangi laut dari Pantai Kartini atau Pantai Bandengan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Udara masih segar saat kami sampai di Pantai Kartini Jepara. Barangkali masih terlalu pagi, Pantai Kartini yang biasanya cukup ramai dan padat pada Hari Sabtu, terlihat masih cukup lengang. Sembari menunggu jadwal pemberangkatan, kami masih sempat menikmati suasana pantai kesohor di Jawa Tengah dan Jepara ini dengan leluasa.

Satu jam kami habiskan untuk berkeliling Pantai Kartini. Berbagai sudut kami jamah untuk mengabadikan liburan kali ini. Tak ketinggalan spot dengan tulisan Pantai Kartini pun menjadi lokasi kami untuk bergaya di depan kamera.

Sampai saatnya rombongan pelancong berdatangan, kami justru mulai menapaki jalanan menuju posko tempat untuk mendaftarkan diri guna menyeberang ke Pulau Panjang. Bukan tanpa alasan, kami tak ingin menunggu kapal kedua yang memberangkatkan kami.

Saat antre, sudah ada beberapa pasang muda-mudi yang juga menunggu calon penumpang lain dalam satu rombongan. Sebab kapal baru akan berangkat jika minimal ada 8 orang penumpang. Menurut pemiliknya, satu kapal terkadang dapat diisi oleh maksimal 20 orang penumpang tergantung cuaca. Apabila cuaca sedang baik, mereka berani membawa penumpang maksimal. Cukup ngeri juga membayangkan penumpang yang berhimpitan di kapal penyebarangan ini.

“Lima belas ribu mbak. Itu tarif pulang – pergi,” ujar seorang pemuda seraya menyodorkan secarik kertas tiket.

Lembaran puluhan ribu kami tukar dengan sejumlah tiket dan segera kami memilih tempat duduk. Setelah menunggu satu rombongan lain, maka kapal pun segera meluncur membelah Laut Jawa.

Pulau Panjang tidak jauh dari Pantai Kartini. Naik kapal dengan mesin diesel, hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk sampai di sana. Selain dari Pantai Kartini, masih ada alternatif titik pemberangkatan lain yakni Pantai Bandengan. Hanya saja, jarak dan ototmatis waktu tempuhnya juga lebih lama.

Suara knalpot menderu di belakang kami. Asap kecil membumbung berbarengan dengan gemuruh  suara mesin. Memandang ke depan, Pulau Panjang terlihat sangat jelas karena cuaca yang cerah. Dari kejauhan, hamparan pasir putihnya laksana garis  tepian pantai yang mencolok dengan tiang mercusuar menjulang di salah satu sisinya.

Benar saja, ku hitung sekitar 10 menit, kapal kecil ini menyandar di salah satu pelabuhan di Pulau Panjang. Sebuah gapura bertuliskan “Dermaga Penyeberangan Pulau Panjang” seperti menyapaku untuk segera singgah dan bersantai di pulau ini. Sementara di sisi lainnya juga terdapat jembatan lebih kecil dan pendek.

Pelabuhan ini terbuat dari cor dengan banyak penyangga. Begitu kokoh, hingga kami merasa jika ada ombak besar pun bangunan ini tak akan goyah.  Ada jalan setapak yang cukup menarik untuk dilewati. Dan di tiap sudut pun terdapat gazebo kecil yang bisa menjadi tempat singgahi untuk melepas lelah.

“Mbak untuk masuk ke sini bayar tiga ribu,” kata seorang bapak yang menunggu di ujung pelabuhan.

Kusodorkan uang lembaran Rp 5.000, lalu menerima sebuah tiket masuk dan juga uang kembalian. Kuikuti jalanan menuju ke daratan di Pulau Panjang.

Deretan stand menyambut pintu masuk ke pulau dengan aneka dagangan. Ada ikan kering, cinderamata, dan juga tidak ketinggalan kaos bertuliskan Jepara.

Ada juga orang yang berjualan gorengan, air mineral, sampai yang menyajikan kelapa muda. Aku terus berjalan, sampai akhirnya berhenti di salah satu tempat penyewaan sepeda.

“Sewa sepeda berapa pak?”

“Dua puluh ribu, mbak.”

Sepeda sudah kuambil, bapak yang menyewakan sepeda bilang kalau bayarnya nanti saat mengembalikan sepeda. Dengan sepeda kemudian menyusuri jalan setapak yang sudah terbuat dari paving mengelilingi pulau ini. Sesekali kita bisa berhenti untuk mengabadikan suasana di pantai.

Jalanan di pantai sangat asri dan sejuk. Banyak pepohonan yang hijau sebagai perindang sehingga sinar surya sulit menerobos ke jalanan. Ketika berhenti di salah satu spot pantai, di sini kita dapat melihat dengan jelas sebuah kapal kecil yang mengangkut penumpang. Penumpang tersebut adalah pengunjung yang akan menuju pulau ini.

Oya, jangan khawatir tidak mendapatkan kapal untuk pulang ke Pantai Kartini. Di sini kapal hilir mudik dari pagi sampai pukul 16.00 WIB. Jadi tidak perlu khawatir jika kapal yang tadinya kalian naiki sudah tidak ada di pelabuhan. Karena kapal lain pun boleh kita naiki selama tujuannya sama.

Di Pulau Panjang, kalian dapat menemui banyak burung yang hinggap di pepohonan. Suara kicauannya sangat ramai. Untuk mengabadikan gerombolan burung di pepohonan, kalian harus rela menyelinap di antara belukar dan juga harus bersabar.

Salah

Salah satu spot untuk berswafoto. (B Maharani/koranbernas.id)

Taman Pulau

Suasana sepi menguntungkan kami menelusuri pulau ini ini. Pengunjung belum terlalu ramai, sehingga kami dapat secara leluasa bermain pasir di pantai. Hamparan pasir putih mengingatkan suasana di Karimunjawa.

Puas menikmati suasana pantai, kami terus mengayuh pedal sepeda menyusuri sudut lainnya. Di sini terdapat tulisan yang menjadi salah satu spot paling digandrungi pengunjung untuk berfoto. Tulisan merah putih dengan kalimat “Taman Pulau Kecil Pulau Panjang” menjadi daya tarik tersendiri.

Berbondong-bondong pengunjung berfoto secara bergantian. Kami pun tidak ketinggalan. Di sisi hamparan pasir, banyak bibit pohon cemara yang sedang ditanam dengan sanggahan belahan bambu. Pepohonan ini pada nantinya menjadi pencegah abrasi yang mulai mengikis di beberapa sudut pantai.

Memang menarik rasanya menikmati suasana pantai dengan bersepeda. Aku yang sedari tadi menikmati butiran pasir yang lembut kembali mengayuh pedal.

Jangan tanyakan helm sepeda, tidak perlu membawa helm. Dan di sana pun tidak disediakan helm sepeda.

Tujuan selanjutnya kali ini adalah mencari lokasi mercusuar. Bangunan itu  menjulang tinggi di bagian lain pantai. Sayangnya, kami tidak diizinkan naik ke atas. Jadi terpaksa, kami hanya mengabadikan kebersamaan di sekeliling bangunan.

Selain berjalan ataupun bersepeda menyusuri garis pantai dan kedalaman pulau, pengunjung sejatinya juga dapat melewatkan waktu dengan berbagai aktivitas menarik.

Bagi yang hobi mengail ikan, Anda dapat membawa serta perlengkapan saat berwisata ke pulau ini. Para pemancing yang sempat kami temui menyebut, memancing di Pulau Panjang menjadi daya tarik tersendiri. Ikannya masih cukup banyak dan beragam.

Selain mancing, di sini kalian juga bisa berkemah. Jika tidak membawa tenda, banyak gazebo yang tersedia untuk dipakai tidur. Tinggal kalian menyiapkan sleeping bag saja. Juga ada rutinitas seperti berenang dan berjemur yang dapat dilakukan wisatawan dengan leluasa dan sepuasnya.

“Pengunjung juga dapat menikmati sunrise maupun sunset jika menginap,” kata seorang pedagang.

Petugas yang menjaga pulau yang kami temui membenarkan. Wisatawan boleh beraktivitas apa saja dengan aman. Termasuk camping atau menginap. Mereka hanya diminta untuk izin atau memberitahu terlebih dulu dan tetap komit menjaga kebersihan pulau.

Ya, Pulau Panjang bisa dijadikan salah satu tujuan wisata selama di Jepara. Tidak ada salahnya mencoba menyeberangi pulau ini dan seharian bermain pasir putih di sana. Jika ingin leluasa dan lebih nyaman beraktivitas, datanglah saat hari kerja. Sebab kalau akhir pekan, pengunjung biasanya lebih ramai. Di pulau Panjang, kalian bisa merasakan kesunyian, ketenangan, dan benar-benar menikmati pantai pasir putih jauh dari hiruk pikuk keramaian.(SM)



Senin, 03 Sep 2018, 18:10:30 WIB Oleh : Arie Giyarto 224 View
Ratusan Pulau Tertancap di Laut, Begitu Molek
Senin, 03 Sep 2018, 18:10:30 WIB Oleh : Redaktur 357 View
Kota Thaif yang Sejuk, Tidak Terasa Arab Saudi
Senin, 03 Sep 2018, 18:10:30 WIB Oleh : Arie Giyarto 18367 View
Pemilik Hotel Termahal Itu Orang Indonesia

Tuliskan Komentar