Kamis, 03 Des 2020,


puluhan-warga-mengepung-tumpeng-di-pematang-sawahSuasana Sedekah Bumi di Desa Brenggong Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW

Puluhan Warga Mengepung Tumpeng di Pematang Sawah


SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pemerintah Desa (Pemdes) Brenggong Purworejo Jawa Tengah menggelar acara sedekah bumi. Acara itu diikuti puluhan warga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mereka terlihat duduk di pematang sawah, Kamis (29/10/2020).

Sedekah bumi atau selamatan wilujengan digelar sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan doa kepada Allah SWT dan agar hasil panen membaik.


Baca Lainnya :

Saat koranbernas.id menuju lokasi acara terlihat beberapa titik tempat cuci tangan disediakan pemdes setempat. Ada dua orang petugas membawa masker. Warga yang kebetulan lupa memakai masker, langsung diberi.

Sedekah bumi diisi tahlil dan doa bersama, setelah itu mengepung tumpeng yang dibuat petani-petani sebagai rasa syukur, dan dimakan bersama-sama. Sediktnya ada 14 tumpeng, persembahan dari 12 RT, satu dari pemdes, satu lagi dari kades.


Baca Lainnya :

Usai tahlil dilanjutkan doa bersama. Uniknya doa kali ini dipimpin oleh tujuh kiai yaitu Kiai Zaenudin Basuki Ahmad, Kiai Zulfikar Akhmad, Kiai Muhammad Najib, H Drs Musyawarin, Kiai Imam Sampurno, Kiai Daldiri dan Kiai Tohari Ambar. Secara bergantian satu per satu para kiai itu memimpin doa.

Kepala Desa Brenggong, Legiman, kepada koranbernas.id mengatakan pihaknya menggelar sedekah selametan atau wilujengan penggarap sawah pada musim tanam pertama tahun 2020.

"Sedekah bumi adalah memohon kepada Allah SWT, supaya masyarakat Desa Brenggong diberi keselamatan. Harapan kita Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan hasil pertanian yang baik," kata Legiman.

Menurut dia apabila hasil panen petani meningkat otomatis akan ingat kepada Alllah SWT dan bersedekah. Dia mengaskan pihaknya bukan minta kepada yang mbaureksa (mahluk gaib-red).

“Sedekah bumi ini dilakukan untuk kedua kalinya,  sebelumnya pada tahun 2019, hasilnya  tanaman kita aman dari penyakit dan hama sehingga hasil ada peningkatan sekitar 25 persen,” kata dia.

Protokol kesehatan

Mengingat acara ini berlangsung pada saat pandemi Legiman menambahkan pihaknya mematuhi protokol kesehatan.

“Kami menyiapkan tempat cuci tangan di banyak titik. Kami mewajibkan warga memakai masker, jika lupa maka ada petugas sudah menyiapkan masker, sehingga semua warga yang terlibat sedekah bumi wajib memakai masker,” kata Kades Brenggong.

Ketua BPD Desa Brenggong, Supriyadi SIP,  menambahkan sedekah bumi merupakan perhelatan kedua.

“Sedekah bumi ini perwujudan dari upacara wiwit yang dilakukan petani secara perseorangan sebelum menggarap sawah. Karena sesuatu hal tradisi tersebut sempat punah, kembali diinisiasi pemdes sejak tahun 2019," terangnya.

Menurut dia, sebelumnya tanaman pertanian warga sering diserang hama sehingga hasilnya turun. “Untuk menunjang ketersediaan air, pihaknya menganjurkan warga menanam tanaman yang akarnya mampu menyimpan kandungan air, seperti pohon gayam dan beringin ditanam di pinggir aliran sungai serta menanam pohon aren dan bambu di lahan masing-masing," pesannya.

Warga RT 01 RW 04 Desa Brenggong, Yanto, mengatakan pengalaman tahun lalu dengan sedekah bumi hasil panennya bagus. “Saya selalu berharap panenan padi tahun ini hasilnya bagus lagi,” ujarnya dengan tetap memakai masker.

Warga lainnya Eni Arum Sari mengakui dengan digelarnya sedekah bumi panen padi miliknya juga mengalami peningkatan.

“Acara sedekah bumi untuk ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, agar hasil panen ke depan bisa bagus,” kata Eni.

Acara tersebut juga dihadiri Camat Purworejo, diwakili Bambang Febru serta Petugas Pertanian Lapangan (PPL). (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini