Ratusan Bacaleg PDIP Purworejo Ikuti Psikotes

Digelar Secara Online Namun Terkendala Akses Internet yang Lambat

168
Psikotes Bacaleg DPC PDIP Purworejo diikuti ratusan orang secara serentak dilaksanakan di Posko Pemenangan Ganjar-Yasin. (hery priyantono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Untuk kali pertama Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan menggelar psikotes secara online untuk menyeleksi para bakal calon legislatif (bacaleg), Rabu (13/06/2018).

Psikotes digelar dan diikuti seluruh bacaleg di enam Daerah Pemilihan (dapil) di Posko Pemenangan Ganjar-Yasin kawasan Ring Road Utara Kota Purworejo.

“Ini adalah proses penjaringan bacaleg PDIP dengan metode terbaru. Setiap bacaleg diwajibkan mengikuti psikotes secara online yang diselenggarakan oleh DPP PDIP,” terang Agustinus Eko Purwantoro, Ketua Badan Pemenenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Purworejo, kepada koranbernas.id.

Dia menuturkan DPP sengaja menggelar psikotes dengan tujuan agar partai memiliki petugas-petugas partai yang memiliki jiwa dan kepemimpinan yang diharapkan bisa melayani masyarakat Indonesia sesuai dengan Dasar Negara, Pancasila.

“Materi psikotes terdiri dari tes kepribadian, kecerdasan termasuk kecerdasan emosi serta tes kejiwaan tiap-tiap bacaleg,” ujar Eko.

Psikotes secara massal ini adalah yang pertama dilaksanakan di Jawa Tengah. “DPC PDIP Purworejo adalah DPC pertama yang menggelar psikotes ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Untag Semarang Bagikan Takjil

Beberapa peserta mengaku terhambat koneksi internet. Hal itu dinyatakan benar oleh eko. “Iya, karena semua bacaleg terkoneksi internet maka akses internet agak lambat. Tapi tidak masalah, semua bisa mengerjakan dan lancar,” kata dia.

Asih (55) salah seorang Bacaleg yang mengikuti uji psikotes mengaku semangat mengikuti psikotes yang dilaksanakan oleh DPC PDI Perjuangan setempat.

“Mau gimana lagi, meski sibuk mempersiapkan lebaran untuk rumah, tapi psikotes hari wajib diikuti, ya saya harus datang dan mengerjakan,” terang Asih.

Sebagian peserta menyimak soal-soal psikotes di laptop. (hery priyantono/koranbernas.id)

Sejumlah peserta mengeluhkan koneksi internet yang ada di Posko tempat dilaksanakan psikotes. “Akses koneksi internetnya lambat dan agak mengganggu proses menjalankan psikotes,” ucap Pancolo, asal Kecamatan Bruno.

Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo, Ir Luhur Pambudi Mulyono MM menerangkan psikotes merupakan tahapan penjaringan bacaleg yang sifatnya wajib untuk seluruh bacaleg yang mau maju di Pileg 2019.

“Selain untuk mengerti sejauh mana kejiwaan, kecerdasan serta kepribadian seseorang, psikotes ini juga dapat diketahui sejauh mana pengorbanan dan semangat pengabdian seorang bacaleg kepada bangsa dan negara serta partainya,” beber Luhur.

Baca Juga :  Ulang Tahun SMA N 1 Wates Meriah

Sebanyak 117 orang mendaftarkan diri sebagai bacaleg PDI Perjuangan Purworejo. “Itu  terdiri dari 87 laki-laki dan 30 perempuan. Sehingga kuota perempuan kami terpenuhi,” ungkap pria asal Kecamatan Pituruh ini.

Dari sebanyak itu akan dipilih 45 calon legeslatif (caleg) yang secara resmi akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat untuk mengikuti Pileg 2019.

“45 caleg yang dinyatakan lolos seleksi partai akan mengikuti pembekalan caleg di mana para caleg akan diuji lagi kemampuannya di dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan dan representasi. Atas arahan Ibu Megawati Soekarnoputri, yang kami cari adalah sosok pemimpin yang mengedepankan dasar ideologis untuk rakyat dan mengetahui kebutuhan rakyat serta yang bisa hadir bersama-sama rakyat untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa,” terang Luhur. (sol)