resmi-dibuka-warga-antusias-menonton-layar-tanjleb-ffp-2022Tarian Lengger ikut memeriahkan pembukaan FFP. (prasetiyo/koranbernas.id)


Prasetiyo
Resmi Dibuka, Warga Antusias Menonton Layar Tanjleb FFP 2022

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURBALINGGGA--Festival Film Purbalingga (FFP) ke-16 tahun 2022, Sabtu malam (6/8/2022) resmi dibuka oleh Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Drs. Budi Susetyono, MPA. ditandai penepukan papan klep syuting. Pembukaan FFP ini sekaligus menjadi titik pertama program Layar Tanjleb FFP 2022.


Setelah penepukan papan klep syuting, diikuti tayangan tirai terbuka di layar berukuran 10 x 5 meter dan percikan warna-warni kembang api di pelataran Monumen Tempat Lahir (MTL) Panglima Besar Jenderal Soedirman Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Ratusan penonton menyaksikan pembukaan FFP tersebut.


Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap, FFP 2022 dapat disengkuyung dan diikuti seluruh masyarakat. “Semoga antusias yang tinggi dari masyarakat tidak hanya sebagai sarana dan media hiburan, namun sekaligus menjadi sarana dan apresiasi bagi insan film yang terlibat didalamnya,” jelasnya.

Sementara itu mengawali tayangan Layar Tanjleb, diputar tiga film pendek karya pelajar Purbalingga dari program kompetisi FFP 2022. Yaitu film “Dol”, sutradara Muchammad Risyad Ali Ramadhon dari SMK Darul Abror Bukateja Purbalingga, “Sepuh” sutradara Lukman Maulana dari SWBB Kabupaten Purbalingga, dan “Kepungan” sutradara Maisaroh dari SMK YPLP Perwira Purbalingga.


Dilanjut pemutaran film animasi “Cake Day!” sutradara Ribka Natalia produksi Marirodi Production. Kemudian “Berdoa, Mulai” sutradara Tanzilal Azizie produksi Degradians Studio, serta sebagai penutup film panjang “Srimulat Hil yang Mustahal” sutradara Fajar Nugros produksi MNC Pictures dan IDN Pictures.



Budi Susetyono, MPA, Sabtu malam (6/8/2022) membuka Festival Film Purbalingga (FFP) ke-16 tahun 2022, di pelataran Monumen Tempat Lahir (MTL) Panglima Besar Jenderal Soedirman Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga. (prasetiyo/koranbernas.id)

Sumaryo, salah satu penonton, mengatakan film-film yang diputar sangat menghibur apalagi film-film yang memakai bahasa Banyumasan. “Lucu tapi ceritanya juga menyedihkan karena memang sering terjadi pada wong cilik,” ujar Sumaryo, warga Desa Tanalum, Kecamatan Rembang Purbalingga.

Pada kesempatan itu, penyelenggara FFP mendapatkan hadiah dari para pelaku UMKM Desa Sumampir, Kecamatan Rembang berupa 16 tampah plastik yang berisi jajan pasar. Hadiah ini sebagai bentuk terima kasih karena ada dan terus berjalannya UMKM Arum Sari Boga Desa Sumampir diawali program Layar Tanjleb pada FFP 2013 silam.

Salah satu pedagang, Cahyo, merasa senang karena dengan adanya Layar Tanjleb banyak warga dari berbagai desa yang berkumpul. “Kami para pedagang sangat diuntungkan, semoga kegiatan semacam ini sering diadakan,” ujar pedagang tahu bulat asal Desa Losari, Kecamatan Rembang.

Usai pembukaan, pada Minggu, 7 Agustus 2022 dari pagi hingga sore hari, digelar program “Melukis Soedirman” oleh 15 pelukis Purbalingga di komplek MTL Pangsar Jenderal Soedirman. Pada Senin, 8 Agustus 2022, rombongan FFP 2022 mulai bertandang menggelar Layar Tanjleb di Kabupaten Kebumen.Kemudian disusul di beberapa lapangan desa di Kabupaten Banjarnegara, Cilacap dan Banyumas.

FPP akan berlangsung selama sebulan, hingga 3 September mendatang, dengan berbagai program, diantaranya Layar Tanjleb, diskusi dengan komunitas film dan malam penganugerahan karya film. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini