Saatnya Angkat Industri Pariwisata

Stipram Wisuda 1.006 Mahasiswa

55
Wisuda mahasiswa Stipram Yogyakarta program D3, S1 dan S2, Kamis (05/07/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta, Suhendroyono SH MM M Par CHE, menyatakan era industri Global 4.0 yang ditandai adanya kolaborasi antara teknologi digital dan lini produksi industri, merupakan saat yang tepat untuk mengangkat industri pariwisata.

“Hal ini kita jadikan momentum yang tepat untuk mengangkat industri Indonesia termasuk bidang pariwisata,” ujarnya saat menyampaikan pidato dalam rangka Wisuda Program D3, S1 dan S2, Kamis (05/07/2018), di kampus setempat.

Menurut dia, sebagai penyedia sumber daya manusia (SDM) berkualitas, maka perguruan tinggi harus siap bersaing dengan perguruan tinggi asing bahkan dengan SDM asing.

“Kita harus berani bermitra dan harus berani membuka jejaring internasional sehingga Indonesia bisa semakin maju,” tandasnya.

Dia mengakui, tantangan era globalisasi sudah semakin menyatu dalam sendi kehidupan masyarakat. Pergerakan industri yang serba cepat membuat para pelaku bisnis harus siap dengan industri Global 4.0.

Baca Juga :  Sejumlah 1,5 Ton Apem Siap Disebar

“Tema wisuda Stipram kali ini Kesiapan Perguruan Tinggi Menghadapi Industri Global 4.0 sangat tepat dirasa, karena sudah bukan rahasia lagi perkembangan teknologi dan industri di Indonesia sangat pesat,” tambahnya.

Menurut Suhendroyono, revolusi Industri global begitu cepat dan peningkatan proses industri harus dilakukan secara efisien dan smooth. Industri Global 4.0 sangat bisa membantu mendorong bisnis di Indonesia menuju berkembangnya bangsa ini.

Bangsa Indonesia, lanjut dia, mempunya potensi yang sangat bagus untuk menjalankan model 4.0 terlebih untuk bidang pariwisata.

Terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan maupun daya jual hotel dan restoran sangat mendukung terciptanya industri Global 4.0. Adapun caranya harus menyentuh SDM. Selain itu, kesadaran masyarakat dan fasilitas serta perhatian dari pemerintah, juga sangat dibutuhkan.

Pemerintah telah menyiapkan roadmap industri global 4.0. Oleh karena itu perguruan tinggi harus mengimbanginya misalnya dengan menyiapkan fasilitas pembelajaran dengan teknologi yang lebih maju dan tidak konvensional lagi.

Baca Juga :  Karyawan Hotel Dilatih Padamkan Api

Kualifikasi dosen pun harus ditingkatkan. Mereka harus memiliki bekal, kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu.

“Kita tidak bisa hanya terbelenggu oleh aturan misalnya dosen harus S2 harus linier dan sebagainya. Bila kita ini hanya berpatok pada aturan tersebut maka kita akan tertinggal di eera distruptif inovasi. Jangan sampai kita tertinggal hanya karena kualifikasi dosen berjenjang S1, Maka Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) perlu dimaksimalkan sehingga ilmu pariwisata lebih berkembang tanpa harus berfokus pada teoritis semata,” papar Suhendroyono.

Stipram kali ini mewisuda sebanyak 1.006 wisudawan dan wisudawati, dengan rincian program D3 Perhotelan sebanyak 528 orang, 471 program S1 Pariwisata dan 7 orang program S2 Pariwisata. (sol)