Sanden Terus Mempercantik Diri

66
Lahan pasir di wilayah Sanden bisa ditanami beragam tanaman termasuk buah naga dan bunga matahari yang menjadi obyek wisata nan menawan. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Sanden, satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Bantul ini memiliki beragam potensi yang sangat menarik. Potensi itu terus dipercantik dan dikembangkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan wilayah yang berpenduduk 33.968 jiwa tersebut.

Wilayah Kecamatan Sanden arahnya barat daya dari ibu kota Bantul dengan luas wilayah 2.315,9 hektar dan terbagi menjadi empat desa yakni Gadingharjo, Gadingsari, Murtigading dan Srigading.

Di sebelah utara wilayah ini berbatasan dengan  Kecamatan Pandak, sebelah timur dengan Kecamatan Kretek, selatan  berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia serta sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Srandakan.

Pemerintah Kecamatan Sanden sekarang ini gencar melakukan penataan kawasan Pantai Samas Desa Srigading. Pada masa lalu Samas pamornya sempat naik dan menjadi jujugan wisatawan.

Merebaknya prostitusi di kawasan tersebut, menjadikan Samas tenggelam apalagi kemudian bermunculan destinasi wisata baru termasuk gugusan pantai di selatan DIY. Belum lagi hantaman abrasi menjadikan Pantai Samas kian terpuruk.

“Melihat kondisi yang ada, kemudian saya bertekat membangkitkan wisata Pantai Samas yang bersih dan  bebas dari segala praktik prostitusi dan karaoke  yang jumlahnya terdata 26 tempat,” tegas Wahyu Widodo SE, Lurah Srigading, kepada koranbernas.id di kantornya, pekan lalu.

Niat itu kemudian disosialisasikan ke berbagai pihak termasuk para pengelola karaoke. Bagi Lurah Wahyu, menata Samas  yang kala itu sudah akut  digerogoti “amisnya” aroma prostitusi bukanlah perkara mudah.

Namun dengan niat kuat, bersama elemen masyarakat dan aparat terkait, dideklarasikan Pantai Samas yang bebas prostitusi pada 23 Desember 2017. “Bagi saya menata Samas ini sebuah jihad dan perjuangan yang akan saya pertanggungjawabkan kelak. Bukan perkara mudah, karena ancaman dan teror  kerap saya terima,” katanya.

Memang, ada banyak kepentingan yang bermain di Pantai Samas terutama dalam lingkar prostitusi. Belum lagi perputaran uang yang menggiurkan. Karaoke yang juga untuk sarana prostitusi bisa meraup  omzet hingga Rp 15 juta semalam. Tidak hanya pelacuran namun juga dari sewa kamar dan juga penjualan minuman keras.

“Kendati banyak tantangan saya hadapi, saya bertekat Pantai Samas  harus jadi destinasi wisata yang bersih, menawan dan banyak dikunjungi wisatawan karena memang potensi pantainya yang indah,” katanya.

Kebulatan tekat itu tidak hanya selesai dalam deklarasi semata, Pemerintah Desa Srigading kemudian melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan Samas seperti dicita-citakan.

Indahya Pantai Goa Cemara di Dusun Patehan Desa Gadingsari yang banyak dikunjungi wisatawan termasuk saat matahari tenggelam. (istimewa)

Penertiban

Di antaranya pembersihan sampah seminggu sekali yang dilakukan lembaga desa dan masyarakat secara bergiliran, pembuatan kawasan wisata Pengklik yang menyediakan aneka masakan laut dengan bentuk resto apung yang dikelola BUMDes, beroperasinya kapal wisata yang menyusuri Laguna Samas hingga wisata Mangrove, Tirtohargo dan bulan ini akan dibangun juga gedung BUMDes dan Gedung Pokdarwis di lokasi Samas dengan masing-masing anggaran Rp 126 juta.

“Sekaligus  gedung itu untuk memantau penertiban. Tidak kita pungkiri memang masih banyak yang mencoba diam-diam buka karaoke dan pelacuran, tetapi kami pun tidak surut bertindak dan terus berkeliling memantaunya,” katanya.

Termasuk dengan mengirim surat ke pihak terkait agar dilakukan razia berkala di Samas. Selain dua gedung yang didesain bangunan limasan, akan dibangun pula 78 lapak pedagang berbentuk limasan dengan ukuran yang sama. Mereka yang menempati diutamakan dari masyarakat setempat.

“Jika sudah terbangun semua, maka ketika orang datang ke Pantai Samas mereka akan seperti berada  di kampung masa lalu, Jawa tradisional yang didominasi Limasan. Bagus juga untuk spot foto bagi pengunjung,” tambah Lurah Wahyu.

Upaya promosi wisata juga akan dilakukan dengan digelarnya acara kegiatan budaya kirab malam Mahesa Sura yakni kegiatan syukuran dengan penyembelihan kerbau, dan kirab Jalanidi pada hari berikutnya berupa larungan kepala kerbau pada bulan Oktober. Pemerintah Desa juga akan mengundang para pelaku wisata dan travel agent.

Bukan hanya pantai, kawasan Srigading beberapa waktu lalu booming taman bunga matahari di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), salah satunya ditanam oleh  Sumarna yang memiliki lahan di Dusun  Tegalsari Desa  Srigading, persis di pinggir JJLS.

Pria yang juga menjabat Ketua Kelompok Tani Pasir Makmur Bantul ini memiliki ide menanam bunga matahari agar banyak wisatawan kembali datang berkunjung setelah pada Oktober 2017 ada warga yang menanam dan ramai dikunjungi.

“Dulu ramai saat bunga matahari mekar, namun setelah dua bulan bunga layu wisatawan jarang berkunjung lagi. Saya tanami kembali di lahan saya dengan harapan saat berbunga kawasan selatan  Samas ini akan ramai lagi dikunjungi wisatawan,” katanya.

Bukan hanya bunga matahari, kawasan Sanden juga menjadi sentra tanaman buah Naga di DIY dan permintaan melonjak saat perayaan Imlek. Selain menjual buah naga, para pengunjung saat panen juga bisa berwisata memetik buah naga di kawasan selatan Bantul. Petani pun mengandalkan pemasukan dari wisatawan yang melakukan petik buah naga di tempat.

Bangkit Sunandar (35), petani buah Naga mengatakan masa panen buah naga hanya sekali setahun yang biasanya dimulai November hingga penghujung Maret. Selama musim panen tanaman buah naganya  yang berjumlah 1.665 rumpun di atas lahan 2,1 hektar bisa mneghasilkan panenan 10 ton.

Bukan hanya wilayah Samas yang terus bereksplorasi, di kawasan Pantai Goa Cemara, Dusun Patehan Desa Gadingsari juga terus dilakukan penataan. Dari pantauan koranbernas, kini pantai Goa Cemara terlihat lebih bagus dengan adanya papan nama yang diberi hiasan dua patung kura-kura ukuran raksasa. Tempat ini juga sering dijadikan obyek  foto para pengunjung.

Bupati Bantul Drs H Suharsono  dan pejabat terkait naik kapal di Laguna Pengklik Pantai Samas yang semakin tertata. (sari wijaya/koranbernas.id)

Nyaman

Mengunjungi pantai Goa Cemara juga terasa lebih nyaman. Karena banyaknya tanaman Cemara Udang yang berbentuk laksana rongga goa menjadikan saat berkunjung menjadi terasa lebih adem. Di tempat ini juga beberapa kali dilakukan pelepasan tukik atau anak penyu untuk kepentingan pelestarian lingkungan.

“Pada akhir pekan dan liburan, pantai ini sangat banyak wisatawannya,” kata Mujana salah seorang pemilik restoran dan wahana permainan anak di tempat tersebut.

Ya, karena mengunjungi Goa Cemara selain menikmati obyek wisata pantai, juga bisa menikmati aneka kuliner sea food, ATV, menara mercusuar dengan ketinggian 40 meter sehingga bisa melihat laut dan DIY dari ketinggian serta disediakan aneka permainan anak di lokasi. Tentu ada juga oleh-oleh yang bisa dibawa pulang  pengunjung termasuk hasil bumi warga setempat seperti ubi jalar.

Camat Sanden Slamet Santosa SIP berharap dengan semakin tertatanya kawasan pantai dan dikembangkannya pertanian, baik lahan pasir ataupun non-pasir bisa memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sanden.

“Sekaligus penataan ini untuk menyambut beroperasinya bandara NYIA Kulonprogo 2019 dan dijadikannya kawasan selatan sebagai pintu gerbang DIY,” kata Camat Slamet.

Pihaknya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton dengan beroperasinya New Yogyakarta International Airport, namun harus bisa menangkap berbagai peluang yang ada. (sol)