Rabu, 04 Agu 2021,


sandiaga-uno-napak-tilas-jejak-kakeknya-di-sman-7-purworejoMenparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke SMAN 7 Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Sandiaga Uno Napak Tilas Jejak Kakeknya di SMAN 7 Purworejo

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno napak tilas jejak kakeknya saat bersekolah di SMAN 7 Purworejo, Rabu (23/6/2021).


Sang kakek dari Sandiaga Uno ternyata pernah menamatkan pendidikan di Hoogere Kweekschool  (HKS) Poerworedjo tahun 1931, sekarang SMA N7 Purworejo, Jalan Ki Mangun Sarkoro No 1 Pangenjurutengah Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.


Gedung eks HKS Poerworedjo sering disebut bangunan landa. Megah.  Berarsitektur Eropa. Saat ini bangunan tersebut berstatus cagar budaya.

Selain napak tilas Sandiaga Uno juga berkesempatan meresmikan Taman Belajar Anak Bangsa, Widya Tama Sasana SMA N 7 Purworejo yang baru saja selesai dibangun.


“Hari ini sungguh menjadi anugerah yang penuh hikmah bagi saya bisa datang langsung ke sekolah ini,” ucap Sandiaga usai berkeliling melihat kompleks bangunan sekolah tersebut.

Sandiaga datang ke SMAN 7 Purworejo setelah menerima surat dari Kepala SMAN 7 Purworejo yang menjelaskan kakeknya (HR Abdullah Rachman bin Ali Rachman) pernah sekolah selama tiga tahun di Hoogere Kweekschool (HKS) Poerworedjo.

Begitu datang langsung, Sandiaga mengaku takjub melihat kompleks dan bangunan sekolah yang berumur 107 tahun namun masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu tujuan wisata heritage.

“Informasi sejarah yang saya tahu, sekolah ini didirikan sebagai kawah candradimuka pertama untuk pendidik di seluruh nusantara. Mereka belajar ilmu keguruan di HKS ini dan di sini juga eyang saya menuntut ilmu,” jelasnya.

Sandiaga berharap SMAN 7 Purworejo tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang terjaga kelestariannya, mampu mencetak individu berakhlakul karimah, insan yang cerdas dan mampu mencapai Indonesia maju dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Dia juga berharap SMAN 7 Purworejo menjadi daya dukung pengembangan destinasi Super Prioritas Borobudur yang kebetulan otoritasnya di bawah Kemenparekraf RI.

“Saya ingin sekolah ini tetap terjaga dan lestari, melahirkan siswa-siswa yang berakhlakul karimah dan cerdas, masuk dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” harapnya.

Sandiaga menegaskan, pengembangan pariwisata ke depan perlu kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pusat dan daerah.

Dengan segala keterbatasan yang ada, pihaknya juga menggandeng dunia usaha dan komunitas terkait untuk mendorong SMAN 7 Purworejo sebagai titik tujuan wisata utama di Purworejo.

“Sekali lagi, ini usianya sudah 107 tahun dan gedung-gedungnya masih bisa berdiri megah. Ada bocor di sana sini sini butuh satu sentuhan yang lebih holistik agar menjadi edu-tourism atau wisata edukasi dan wisata sejarah," tegasnya.

Kepala SMA Negeri 7 Purworejo, Niken Wahyuni MPd,  mengungkapkan kedatangan Kemenparekraf RI Sandiaga S Uno sebetulnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru terlaksana bersamaan dengan agenda kegiatan di Magelang.

Sandiaga Uno menginginkan untuk melihat kompleks bangunan SMA N 7 Purworejo yang dulu bernama HKS dan sudah berdiri sejak tahun 1914.

“Seperti diketahui HKS dulu adalah sekolah yang menciptakan pendidik unggul dan cerdas. Kehadiran beliau juga sejalan dengan tujuan kami yang mengembangkan sekolah sebagai wisata heritage dan pendidikan. Kami sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak, harapannya kedatangan beliau membawa kemajuan, restorasi sangat memungkinkan dilakukan pemerintah karena kawasan ini betul-betul butuh dijaga kelestariannya,” paparnya.

Menurut dia, sekolah juga tidak melupakan tujuan utama pendidikan yakni menyiapkan anak-anak yang cerdas termasuk dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

“Seperti pesan Pak Menteri, anak-anak  harus cerdas serta mampu masuk dalam dunia ekonomi kreatif dan pariwisata, kami juga menyiapkan tour virtual SMAN 7 yang akan kami launching pada lustrum ke-6 bertepatan dengan usia 30 tahun sekolah," ucapnya.

Guru sekaligus Pegiat Cagar Budaya SMAN 7 Purworejo, Dra Widyastuti Tri Sulistyorini, menambahkan dari catatan sejarah kakek Sandiaga S Uno bernama HR Abdullah Rachman bin Ali Rachman lahir di Batavia tahun 1909. Setelah menamatkan Kweekschool di Cirebon tahun 1927 melanjutkan pendidikan di Hoorgere Kweekschool (HKS) Poerworedjo dan lulus pada tahun 1931.

“Setelah itu bekerja sebagai guru Vervolkschool sampai tahun 1939, pindah ke Majalengka hingga tahun 1942, pindah lagi menjadi guru SGB kemudian guru SGA di Malang sampai tahun 1948, setelah itu pindah menjadi guru SGA merangkap SMA di Bogor hingga pensiun menetap di Bogor. Beliau wafat di Bogor pada tahun 1976,” jelasnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini