satgas-sleman-lakukan-disinfektan-kasus-pmk-turunSatuan Tugas Penanganan PMK Sleman ketika melakukan disinfektan kandang ternak di Cangkringan, Jumat (22/7/2022). (istimewa)


Nila Hastuti
Satgas Sleman Lakukan Disinfektan, Kasus PMK Turun

SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Menindaklanjuti kasus harian aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan SK Bupati Sleman nomor 43.1/Kep.KDH/A/2022, tanggal 1 Juli 2022 tentang Status Siaga Darurat PMK di Kabupaten Sleman dan SK Bupati nomor 44/Kep.KDH/A/2022 tanggal 4 Juli 2022 tetang Satuan Tugas Penanganan PMK. 


"Setelah berjalan lebih dari 2 bulan, pasca Hari Raya Idul Adha 2022 penambahan kasus harian sudah mulai menurun ( 24 - 60 kasus/hari) karena penanganan ternak sakit dengan pengobatan dan penerapan boisecurity ketat," kata Suparmono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman di Sleman, Jumat (22/7/2022). 


Menurut Suparmono, penanganan PMK di lapangan tetap dilaksanakan rutin termasuk desinfeksi kandang ternak. Pada hari Jumat (22/7/2022) pukul 08.00 WIB sampai pukul   11.00 WIB berlokasi di wilayah Kapanewon Pakem, Cangkringan, Turi dilaksanakan kegiatan desinfeksi kandang ternak.

"Kegiatan diawali dengan apel bersama di titik kumpul langsung di masing-masing Puskeswan pukul 07.30 WIB dan dilaksanakan breafing terkait pelaksanaan penyemprotan disinfektan," kata Suparmono. 


Dukungan disinfektan berupa  jenis eco enzym sebanyak  450 hingga 500 liter dari pengurus eco enzym Sleman sedangkan peralatan Hand sprayer dukungan dari Polda, BPBD Sleman dan dari Dinas Maupun dari kelompok ternak

Sementara jumlah personil yang terlibat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 15 orang, Polda 30 orang, Polres 20 orang, TNI 6 orang, Dinas Pertanian 25 orang dan relawan eco enzym 7 orang. 

"Kandang ternak yang disasar untuk kegiatan ini di 8 titik lokasi baik zona hijau, zona kuning dan zona merah dengan menerapkan SOP dan ketentuan Biosecurity ketat," paparnya.

Selain melakukan disinfektan lanjut Suparmono juga akan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada para peternak agar para peternak mengetahui pentingnya desinfeksi dan manfaat eco enzym dalam penanggulangan PMK.

Selain eco enzym ini untuk kegiatan bersama disinfeksi oleh satgas PMK, eco enzym juga dibagikan kepada kelompok ternak untuk dapat melakukan disinfeksi mandiri terutama untuk kandang - kandang di zona merah

Sementara untuk rencana vaksinasi diungkapkan Suparmono, Sleman sudah menerima 3.900 dosis vaksin dari Kementan. Peruntukan  800 dosis untuk vaksinasi tahap kedua dosis pertama akan dilaksanakan hari Selasa 26 Juli 2022. Sedangkan 3100 dosis merupakan vaksin tahap pertama dosis kedua akan dilaksanakan pada 2 - 4 Agustus 2022.

Sedang untuk data kasus total sampai dengan tanggal 21 Juli 2022  sejumlah 5.529 ekor, sembuh 1.080 ekor, sakit 4.271, mati 153 ekor dan potong bersyarat 25 ekor. (*) 



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini