atas1

Sayang Istri, Peltu Wahyudi Pilih Vasektomi

Senin, 03 Sep 2018 | 15:50:16 WIB, Dilihat 5226 Kali
Penulis : Arie Giyarto
Redaktur

SHARE


Sayang Istri, Peltu Wahyudi Pilih Vasektomi Peltu Wahyudi, peserta KB Pria, bersama istri Nur Octavia, dengan piagam penghargaan yang diterimanya Selasa (17/07/2018). (arie giyarto/koranbernas.id)

Baca Juga : Lho, Wanita Jadi Motivator KB Pria


KORANBERNAS.ID — Kesertaan kaum pria untuk menjadi akseptor KB memang masih rendah. Selain karena keterbatasan jenis alat kontrasepsi hanya berupa kondom dan vasektomi, masih banyak sekali pria tidak berani menjalani vasektomi. Alasannya, takut keperkasaannya terganggu.

Metoda Keluarga Berencana (KB) yang dulu dikenal dengan kontrasepsi mantap atau kontap itu tidak banyak menarik minat, selain kekhawatiran suami terganggu kemampuan seksualnya juga karena sang istrilah yang melarang lantaran khawatir suami “bisa kemana-mana” dengan aman tanpa risiko menghamili wanita lain.

“Kekhawatiran itu sebenarnya tidak perlu. Saya sudah lama menjalani, aman-aman saja. Gairah seksual tidak terganggu. Juga tidak ada rasa sakit,” kata Peltu Wahyudi.

Anggota TNI AD yang saat ini bertugas di Koramil Mantrijeron Yogyakarta itu menjalani vasektomi di RS DKT Kotabaru Yogyakarta pada 2014.

Operasi berlangsung sangat cepat. Hanya sekitar 15 menit. Setelah istirahat, makan dan minum yang disediakan, dengan sepeda motor dia pulang ke rumah.

Sebagaimana berangkatnya, Wahyudi memboncengkan istrinya, Nur Octavia serta anak bungsunya, Saskia. Tak ada lagi rasa sakit yang tersisa. Tak ada rada pusing atau mual. “Biasa saja kok,” kata Wahyudi kepada koranbernas.id, Selasa (17/07/2018) di Auditorium RRI Demangan.

 

Kala itu, Wahyudi bersama sejumlah anggota TNI yang juga akseptor vasektomi menerima penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X didampingi Kol M Djaelani, Kasie Teritorial (Kasiter) Korem 072/Pamungkas dan Kepala Kantor Perwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM.

Sayang istri

Kenapa Wahyudi bersedia menjadi akseptor KB pria dengan cara permanen? “Karena sayang istri,” katanya sambil tersenyum.

Menurut Nur Octavia, dia bersama suami sudah merasa cukup dikaruniai tiga anak. Saat ini sulung umur 16 tahun, adiknya 13 tahun dan bungsu 7 tahun. Octavia sudah menjalani operasi jantung dan dokter menyarankan jangan hamil lagi.

“Awalnya saya mau tubektomi atau Medik Operatif Wanita (MOW). Tetapi kondisi jantung saya membuat saya berisiko tinggi lantaran bius total,” kata wanita cantik berjilbab itu.

Dia sebelumnya pernah menggunakan alat kontrasepsi suntik. Kemudian meningkat agar lebih aman dalam jangka panjang, ganti IUD. Tetapi ternyata ada masalah radang panggul dan merasakan kesakitan. Bisa diobati tetapi lain kali kambuh lagi.

 

Mau ganti cara MOW ternyata beresiko tinggi. Akhirnya Wahyudi kemudian menyatakan siap menjalani vasektomi. Pasca-operasi 2014 hingga kini dia sehat-sehat saja tanpa ada keluhan. Sesuai saran dokter, pada awalnya pada jadwalnya dia tertib cek laboratorium. Alhamdulillah semua tidak ada masalah.

Jadi motivator

Sebagai seorang akseptor yang mantap sepenuh hati, apalagi sebelumnya dia banyak membaca buku tentang vasektomi, Wahyudi sering diajak Petugas Lapangan KB untuk memotivasi para pria lain bersedia mengikuti jejaknya.

Dia memberikan testimoni, vasektomi bukan sesuatu yang menakutkan. Bahkan bisa menjadi pendorong rumah tangga lebih harmonis. Di lingkungannya, dia juga menjadi panutan bagi yang lain.

Pasangan suami istri yang tinggal di rumah dinas Kodim 0734/Yogyakarta ini berusaha membesarkan ketiga anaknya ini dengan penuh kasih sayang. Agar menjadi generasi berkualitas, jauh dari pergaulan bebas, seks pranikah serta narkoba. (sol)

 



Selasa, 31 Jul 2018, 15:50:16 WIB Oleh : Arie Giyarto 41 View
Lho, Wanita Jadi Motivator KB Pria
Senin, 30 Jul 2018, 15:50:16 WIB Oleh : Nila Jalasutra 991 View
Usia Harapan Hidup Warga Sleman Tertinggi di Indonesia
Minggu, 29 Jul 2018, 15:50:16 WIB Oleh : Arie Giyarto 896 View
Jangan-jangan Ombak Besar Datang Lagi

Tuliskan Komentar