Sabtu, 15 Mei 2021,


sayembara-desain-taman-budaya-berhadiah-total-rp-167-juta-ini-pemenangnyaPengumuman pemenang Sayembara Arsitektur Nasional Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman. (istimewa)


Siaran Pers
Sayembara Desain Taman Budaya Berhadiah Total Rp 167 Juta, Ini Pemenangnya

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman bersama Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) DIY berhasil memilih pemenang Sayembara Arsitektur Nasional Desain Taman Budaya Kabupaten Sleman. Lomba ini berhadiah total Rp 167,5 juta.


Dalam konferensi pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman, Rabu (21/4/20215), Ketua IAI DIY Ahmad Syaifuddin Mutaqi menjelaskan poin penting sayembara kalin ini untuk mendorong kesadaran bersama suatu fasilitas publik mestinya dilahirkan dari sebuah proses ideal seperti kompetisi desain.


“Kompetisi itu ideal. Bisa dilihat dari jumlah atau antusiasme peserta. Proses seleksi dilakukan juri-juri representatif sehingga benar-benar  melahirkan para juara hebat,” ujarnya.

Adapun peraih Juara I adalah TBS-088 yang diketuai Lucky Fachrurrozi, IAI asal dari Tangerang Selatan, Banten.


Juara II diraih TBS-010 dengan Ketua Jaril Safii, IAI asal dari Tangerang Selatan Banten. Juara III TBS-080 dengan Ketua Adi Utomo Hatmoko IAI AA asal Sleman. Juara Harapan I TBS-050 Ketua Ahmad Setiadi, IAI asal Indramayu Jawa Barat, Harapan II TBS-003 Ketua FX Prasetya Cahyana, IAI asal Sleman.


Juara 1 meraih hadiah Rp 100 juta, Juara 2 Rp 25 juta, Juara 3 Rp 22,5 juta, Juara harapan 1 dan 2 masing-masing Rp 10 juta.


Ahmad Syaifuddin Mutaqii menambahkan kompetisi Sayembara Pra Desain Pengelolaan dan Pengembangan Taman Budaya Kabupaten Sleman itu berlangsung 22 Februari hingga 11 April 2021.

“Total peserta 128 tim dari seluruh Indonesia. Total karya yang terkumpul sebanyak 62. Dalam masa penjurian, dari 62 karya itu dari seleksi awal mengerucut menjadi 30 besar. Lalu dari 30 karya  mengerucut lagi menjadi 7 karya,” jelasnya.

Pada babak akhir penjurian tersisa 5 karya yang akhirnya menjadi pemenang. Setiap tim diminta melengkapi dengan presentasi video dan terpilih juara 1,2,3 dan juara harapan 1 dan 2.

“Ada yang menarik dari kompetisi ini khususnya terkait spiritnya. Memang betul di dalam Taman Budaya ini ada gedung tapi kami (juri) tak sekadar memandangnya sebagai sebuah gedung melainkan lanskap,” kata Ahmad.

Secara sepintas dari lima besar karya itu memperlihatkan adanya konsens berupaya mempertahankan sawah serta sungai di sekitar Taman Budaya ini.

“Sayembara desain ini akan menjadi acuan pembuatan Detil Engineering Design (DED) Taman Budaya yang akan dibangun di Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Bangunan fisik Taman Budaya ditargetkan dibangun tahun 2022-2023. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai penjuru nusantara.

Melalui kompetisi seperti ini dia berharap pemanfaatan dan penataan ruang untuk fasilitas publik ke depan semakin baik.

Secara umum konsep desain bangunan harus mencerminkan filosofi spiritual Jawa. Secara khusus desain harus memenuhi 19 kebutuhan ruang yang wajib ditampilkan.

Antara lain, joglo pendapa berkapasitas 500 orang, gedung pertunjukan serbaguna, amphitheatre atau panggung terbuka kapasitas 500 orang, kantor pengelola, perpustakaan berikut area edukasi, ruang pameran terbuka, food court kapasitas 17 lapak, mushala kapasitas 100 orang serta lavatory terpadu. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini