Sekaten Tahun Dal Biasanya Lebih Ramai dan Meriah

454

KORANBERNAS.ID – Wakil Gubernur DIY Paku Alam X memukul kenong tiga kali. Resmi sudah Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2017 dimulai sejak Jumat (10/11/2017) hingga 30 November mendatang.

Hajad Dalem Perayaan Sekaten kembali memasuki tahun Dal, 1951. Biasanya, perayaan sekaten tahun Dal lebih ramai dan meriah. Ini karena tahun Dal hanya terjadi delapan tahun sekali.

“Sekaten tahun Dal memiliki tradisi istimewa yang berbeda dengan tahun-tahun biasanya. Semua tradisi dan ritual yang digelar memiliki makna sangat dalam,” ungkap Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta.

Beragam atraksi budaya termasuk ritual Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan lebih ditonjolkan. Antara lain, ritual mbusanani Pusaka Dalem, pemangkasan pohon beringin, mbethak kendhil Kanjeng Kyai Mrica, njejak bata atau tembok banon dan keluarnya gunungan Brama pada pisowanan garebeg tahun Dal.

Baca Juga :  Jeni Ivada, Raih Juara I OOSN SMA Sleman

Sejumlah 486 stan terisi penuh, sebagian besar stan berupa stan pakaian, kuliner dan permainan. Untuk memeriahkan cara, di Panggung Pariwisata ditampilkan potensi seni dan budaya.

Paku Alam X menuturkan, Sekaten merupakan rangkaian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.  Selain untuk misi dakwah Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi warga, harmonisasi budaya, religi dan ekonomi. Bahkan Sekaten menjadi daya tarik wisatawan.

Setiap orang pasti memiliki kenangan tersendiri dengan sekaten. Dulu, pada masa kecilnya Paku Alam X pun sering menyaksikan sekaten. Waktu itu banyak kesenian tradisional tampil di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta . Itu sebabnya dia ingin ke depan semua kesenian tradisional tampil di arena PMPS. (sol)

Baca Juga :  Di tangan Anak-anak, Barang Bekas Jadi Karya