Sleman Garap Pasar Tradisional Jadi Obyek Wisata

57
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Dra Hj Sudarningsih MSi. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman terus menggencarkan promosi potensi wisata di wilayahnya. Salah satunya yang sedang digarap saat ini adalah pasar tradisional.

Dinas ini pun menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman untuk mengadakan Tour De Merapi pada 22 Juli 2018.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Tour De Merapi mengambil tema Jelajah Desa Milang Pasar. Peserta diajak menjelajahi pariwisata dan pasar tradisional di Sleman.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSi mengungkapkan jelajah pasar tradisional memang sengaja dipilih agar masyarakat kembali melirik pasar tradisional sebagai pilihan berbelanja.

“Selain pariwisata, kita juga ingin memperkenalkan saat ini pasar tradisional di Sleman sudah banyak direnovasi dan bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berbelanja. Pasar tradisional di Sleman sekarang ini sudah sangat nyaman untuk berbelanja,” kata Sudarningsih kepada media di kantornya, Kamis (19/07/2018).

Baca Juga :  Bupati : PNS Harus Jadi Panutan dalam Pajak

Menurut dia, jelajah Tour De Merapi yang menempuh jarak 100 km tersebut akan melewati beberapa pasar tradisional antara lain Pasar Digital Banyunibo, Pasar Prambanan, Pasar Srowolan dan Pasar Ngino.

“Antusiasme masyarakat mengikuti Tour De Merapi sangat tinggi. Terbukti kemarin kita target hanya 500 orang, tapi yang sudah daftar 585. Sampai ada yang daftar dan tidak kebagian jaket mereka tidak masalah, katanya yang penting bisa ikut,” jelas Sudarningsih.

Dia berharap melalui kegiatan Tour De Merapi ini kunjungan wisatawan bisa meningkat. Selain itu minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional juga lebih banyak.

Tour De Merapi sudah digelar ke-15 kalinya. “Ini sudah menjadi agenda rutin sejak tahun 2003,” jelas Sudarningsih. (sol)

Baca Juga :  THR PNS Dijadwalkan Cair 4 Juni