sleman-raih-penghargaan-kabupaten-layak-anak-ketegori-utamaBupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 kategori Utama. (istimewa)


Nila Hastuti
Sleman Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Ketegori Utama

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).


Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Jumat (22/7/2022) malam, di Hotel Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center Kabupaten Bogor.

  • Warga Keluhkan Gundukan Tanah Bekas Galian
  • Para Bupati Bertemu Bahas Wisata Lokal

  • Ini merupakan pertama kali Kabupaten Sleman meraih penghargaan KLA kategori Utama, sejak 2016 mendapat kategori Nindya tiga kali berturut-turut.

    Kabupaten Sleman meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian PPPA tersebut bersama tujuh kabupaten/kota lainnya yakni Kabupaten Siak, Kota Jakarta Timur, Kota Probolinggo, Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Surakarta dan Kota Yogyakarta.

  • Pedagang Pasar Gentongan Terganggu Bau Sampah
  • Sering Banjir, Gorong-gorong Jatinom Dibongkar

  • Bupati Kustini mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras sehingga meraih penghargaan ini. Dia berharap prestasi ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi.

    Penghargaan ini, menurutnya, merupakan wujud komitmen mewujudkan Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak.

    "Di Sleman tempat-tempat ibadah seperti masjid dan gereja sudah layak anak. Pesantren, sekolah, kantor-kantor dan ruang publik juga sudah layak anak," jelas Kustini.

    Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Suci Sinuraya,  menyebutkan penghargaan ini merupakan hal yang luar biasa.

    Sebab, dari 507 kabupaten/kota se-Indonesia hanya delapan saja yang mendapat penghargaan KLA kategori Utama. Ini merupakan hasil dari kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak.

    "Di daerah lain predikat layak anak sampai tingkat kecamatan atau desa, maka di Sleman predikat layak anak sampai tingkat RW. Percontohan ada di RW Leles Condongcatur," jelas Suci.

    Meskipun masih ada beberapa kasus kekerasan pada anak, namun angkanya sangat rendah dibandingkan dengan jumlah anak di Kabupaten Sleman.

    Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kabupaten Sleman membuat perangkat hukum berupa Perda Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga.

    Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengatakan pihaknya mendorong pemerintah daerah mewujudkan KLA sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini sebagai sebuah bentuk komitmen melindungi anak.

    Tujuan penerapan KLA untuk membangun inisiatif pemerintah kabupaten/kota lebih responsif terhadap kepentingan anak baik dalam kebijakan, program dan kegiatan pembangunan serta kemitraan dengan lembaga nonpemerintah. (*)


    TAGS: KLA  Sleman 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini