Tahun Politik Rawan Gesekan

79

KORANBERNAS.ID — Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, mengakui tahun politik memunculkan situasi yang cukup rawan terjadi gesekan. Untuk itu, dia mengajak masyarakat saling menjaga kondisi lingkungannya agar tetap kondusif.

“Memang, pada tahun-tahun ini merupakan tahun politik yang gampang dan rawan gesekan. Mari, kita jaga bersama, khususnya di Jateng agar tetap aman dan nyaman sehingga lingkungan kita masing-masing iklimnya tetap kondusif,” harapnya.

Hal tersebut disampaikan Rukma Setyabudi di ruang kerjanya,  Selasa (16/05/2018), menanggapi peristiwa meledaknya bom di pekan ini di Surabaya.

Rukma juga memohon agar warga jangan takut namun  tetap harus waspada. Sebab peristiwa meledaknya beberapa bom di Surabaya menyedot perhatian berbagai kalangan.

Baca Juga :  Rombongan Pelajar Banjiri GL Zoo

Rukma Setyabudi menegaskan perbuatan para teroris itu sangat kejam karena telah mengabaikan sisi kemanusiaan.

Dia mengutuk keras tindakan teroris itu dan berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dan penindakan.

“Bagi masyarakat Jateng, berharap tetap bersikap waspada terhadap situasi keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing,” tambahnya.

Tak lupa, dia menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap keluarga korban aksi terorisme pada Minggu (13/05/2018) pagi. Semoga para keluarga korban dapat tabah menghadapi musibah tersebut.

“Saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban Bom Surabaya. Semoga keluarga tetap tabah menghadapi cobaan dan musibah itu,” katanya.

Seperti diketahui, pada Minggu (13/5/2018) pagi, tercatat ada 3 gereja di Kota Surabaya yang diguncang bom. Ledakan pertama terjadi pada pukul 06:30 di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, kedua pada pukul 07:15 di GKI Jalan Diponegoro dan pukul 07:53 di Gereja Pantekosta Pusat Jalan Arjuno.

Baca Juga :  Kampanye Keanekaragaman Hayati Lewat ‘Ambar dan Ketawang’

Data sementara, ada 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Dalam konferensi pers di Kota Surabaya pada Minggu (13/5/2018) sore, Presiden Joko Widodo menyebut aksi teror bom di 3 gereja itu sebagai tindakan biadab dan di luar batas kemanusiaan.

Presiden memerintahkan Polri segera mengusut tuntas jaringan terorisme pelaku teror Surabaya. Bagi keluarga korban, kata presiden, biaya pengobatan dan perawatan ditanggung negara. (sol)