Rabu, 04 Agu 2021,


tanpa-bantuan-dana-pemerintah-komunitas-teater-purworejo-tetap-berkaryaKetua Panitia dan Ketua KTP, Achmad Fajar Chalik, menyerahkan donasi dan tali asih kepada sejumlah warga dan pekerja seni terdampak pandemi Covid-19. (wahyu nur asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Tanpa Bantuan Dana Pemerintah, Komunitas Teater Purworejo Tetap Berkarya

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Hari Jadi ke-14 Komunitas Teater Purworejo (KTP) diwarnai dengan aksi kepedulian berupa penyerahan donasi dan tali asih kepada sejumlah warga dan pekerja seni terdampak pandemi Covid-19, Selasa (15/6/2021).


Mengusung semangat “Menyalaterangkan Ruang Rupa Rasa”, usia 14 tahun KTP diharapkan mampu memotivasi para anggota dan pengurus untuk terus berperan dalam memajukan seni teater sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penyerahan donasi dan tali asih berlangsung dalam acara sederhana Among-Among KTP di beranda Teater Djee, disaksikan undangan terbatas dari unsur internal KTP. Sama seperti hari jadi tahun lalu yang masih dalam suasana pandemi, KTP hanya menggelar acara inti doa bersama dan potong tumpeng.

Sekretaris KTP selaku ketua panitia kegiatan, Dedy Harnanto, menyebut tali asih yang diserahkan berasal dari anggota KTP serta masyarakat umum yang diwujudkan dengan pembelian kaos. Pihaknya bersyukur karena hanya dalam waktu sekitar satu pekan promosi, terjual 63 kaos donasi. Donasi tidak hanya disalurkan kepada keluarga KTP, melainkan juga masyarakat atau pekerja seni di luar KTP.


“Kami berterima kasih atas partisipasi masyarakat, khususnya anggota KTP yang kini berdomisili di sejumlah wilayah di Indonesia. Dapat ibaratkan ini menjadi tanda cinta masyarakat terhadap KTP dan sebaliknya, KTP terhadap masyarakat,” sebutnya.

Menurut Dedy, sedianya sejumlah event telah disiapkan untuk menyemarakkan 14 tahun KTP. Namun, terpaksa dibatalkan mengingat situasi pandemi yang belum memungkinkan untuk menggelar acara dengan mengundang banyak pihak.
“Jadi acara kita kemas sesederhana dan sesingkat mungkin dengan undangan sangat terbatas. Acara refleksi yang sedianya dilakukan melalui diskusi kita ganti dengan pembacaan puisi karya senior KTP oleh anggota muda. Sementara untuk selingannya hanya kita tampilkan pantomim anak,” katanya.

Ketua KTP, Achmad Fajar Chalik, menyatakan KTP dibentuk pada 15 Juni 2007 dan disahkan keberadaannya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Purworejo pada 31 Desember 2007. KTP kemudian resmi mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2016.


Meski tak pernah lepas dari keterbatasan finansial karena tidak mendapatkan alokasi bantuan rutin dari pemerintah, KTP terus berkarya. Tercatat puluhan produksi teater sukses digelar, baik di dalam maupun luar Purworejo. Tidak hanya itu, KTP secara rutin menghelat kegiatan kesenian yang bersifat kompetitif bagi kalangan pelajar dan masyarakat umum.


”Sejak dirintis oleh para sesepuh atau senior, KTP sebenarnya telah memiliki beberapa event teragenda, seperti festival monolog pelajar dan gelar sastra panggung. Namun, beberapa tahun terakhir memang sempat terhenti dan ketika akan kita bangkitkan kembali masih terkendala pandemi,” ungkapnya.

Pada momentum 14 tahun ini, Achmad Fajar Chalik mengajak seluruh kerabat KTP untuk bangkit berkarya melawan pandemi. Salah satunya melalui penerbitan antologi sastra atau naskah drama.

“Situasi saat ini memang sangat membatasi gerak seni pertunjukan seperti teater. Karena itu, untuk menjaga spirit teman-teman dalam berkarya, hari ini kami wacanakan penerbitan antologi yang kebetulan di Purworejo juga masih minim literasi teater. Untuk teknis pengumpulan hingga penyusunan naskah kami serahkan kepada teman-teman dan akan dibahas dalam forum khusus,” tandasnya. (*)




SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini