Sabtu, 22 Jan 2022,


tanpa-prokes-vaksin-hanya-siasia-buktinya-muncul-klaster-baruKustini Sri Purnomo. (istimewa)


Nila Hastuti
Tanpa Prokes Vaksin Hanya Sia-sia, Buktinya Muncul Klaster Baru

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman dalam beberapa pekan terakhir kembali meningkat. Setelah 75 orang dinyatakan positif Covid-19 akibat klaster takziah dari Kabupaten Bantul, kali ini klaster baru muncul dari sebuah home industri tahu di Somodaran, Banyuraden, Kapanewon Gamping.


Dari informasi yang disampaikan Dinas Kesehatan, sebanyak 10 karyawan yang bekerja di tempat tersebut dinyatakan positif Covid-19. Sementara enam orang di antaranya mengalami gejala.


Menanggapi fenomena tersebut, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan keprihatinannya. Pasalnya, Pemkab Sleman saat ini tengah berupaya menurunkan penyebaran virus Covid-19 dengan berbagai cara.

“Tentu ini jadi keprihatinan bersama. Di saat kita sudah berhasil menurunkan level PPKM, justru mulai muncul klaster-klaster baru yang tidak kita inginkan,” ungkap Kustini, Jumat (12/11/2021).


Apalagi dari informasi yang diperoleh Kustini, ke sepuluh warga yang terpapar Covid-19 sudah mendapatkan suntikan dosis vaksin. Hal ini tentu bisa terjadi dikarenakan mulai kendornya penerapan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

“Meskipun sudah divaksin, tapi kalau prokesnya kendor akan jadi sia-sia. Makanya selalu disampaikan patuhi prokes, selalu prokes di setiap kesempatan bertemu siapapun,” tutur Kustini.

Ditegaskan Kustini, meskipun Kabupaten Sleman telah turun di level 2, masyarakat diminta agar jangan kendor menerapkan protokol kesehatan. Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, penularan Covid-19 di masyarakat dapat semakin ditekan dan tidak terjadi peningkatan kasus karena pandemi masih belum berakhir.

“Sedari awal saya sampaikan, jangan euforia. Sekali kita lengah, virus Covid-19 ini akan kembali menular dan bisa menyebabkan dampak yang sangat luas. Tidak hanya pada aspek kesehatan saja, tetapi sampai ke kegiatan sosial perekonomian,” tegas Kustini.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan klaster di home industri tahu Somodaran awalnya 10 orang positif setelah dilakukan tracing ditemukan 2 orang sehingga berjumlah 12 orang.

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar mengintensifkan komunikasi dengan pesan khusus Cita Masjajar yaitu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak,” kata Cahya.

Selain itu, Cahya juga mengharapkan adanya koordinasi lintas sektor untuk penyisiran terhadap masyarakat yang belum tervaksin terutama anak-anak di atas 12 tahun, ibu hamil, komorbit dan lansia.

“Koordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk melakukan pemantauan prokes di tempat umum seperti sekolah yang mengadakan pertemuan tatap muka. Ke depan masyarakat juga diminta untuk selalu menjaga prokes guna mencegah atau menghentikan gelombang 3 Covid-19,” papar Cahya. (*)

 

 

 

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini