tumbuhkan-kesadaran-politik-dengan-balonKomitmen bersama Gempar Tembalang dengan menuangkan dalam bentuk poster dan menerbangkan balon bersama sebagai bentuk komitmen Pemilu Damai untuk Pileg Pilpres 2019, Minggu (7/10/2019). (b maharani/koranbernas.id)


maharani
Tumbuhkan Kesadaran Politik dengan Balon

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat untuk aktif mengawal penyelenggaraan Pemilu 2019.


Lewat Gerakan Masyarakat Pengawasan Partisipatif (Gempar) diharapkan Pemilu 2019 berlangsung jujur dan adil (jurdil) tanpa kecurangan, hoax dan bebas money politik.

  • Anggota DPR RI Terbangkan Merpati
  • 30 Ahli TI Siap Dukung Kampanye Jokowi

  • “Pemilu jurdil tanpa kecurangan, hoax dan bebas money politik adalah sebuah mimpi. Dan itu tidak bisa terwujud ketika kami bekerja sendiri. Butuh peran aktif masyarakat untuk bersama kami mengawasi setiap pelaksanaan tahapan Pemilu 2019, baik Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif,” tandas Ketua Bawaslu Kota Semarang Muhammad Amin, Minggu (7/10).

    Menurut Amin, sesuai UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, setiap warga negara yang sudah punya hak pilih sejatinya adalah pengawas. Dalam pasal 448 UU tersebut dipertegas perlunya penyelenggara pemilu memfasilitasi dan mendorong adanya pengawas partisipatif untuk mengawal setiap pelaksanaan tahapan pemilu.   

  • DPRD Purworejo Rombak Kepemimpinan Komisi C
  • Kirab Bregada Iringi Deklarasi Sahabat Jokowi Jogja

  • Di tahapan kampanye Pemilu 2019 saat ini, lanjut Amin, kerawanan pelanggaran yang perlu mendapat perhatian bersama adalah money politik dan penyebaran informasi hoax.

    Money politik masif terjadi lantaran masih adanya anggapan bahwa pesta demokrasi adalah waktunya mengeruk keuntungan. Sedangkan penyebaran informasi hoax akibatnya masih rendahnya budaya literasi dan tabbayun.

    “Money politik karena masih ada idiom ambil uangnya jangan pilih orangnya. Ini tidak boleh lagi terjadi di Pemilu 2019, karena baik pemberi maupun penerima bisa dijerat pidana pemilu. Masyarakat bisa melapor kecurangan itu ke jajaran pengawas pemilu,” tambah Amin.

    Bawaslu Kota Semarang sendiri telah menginstruksikan 16 pengawas kecamatan (panwascam) untuk menggaungkan pengawasan partisipasi lewat Gempar. Sebab ada 668 calon legislatif (caleg) tingkat kota yang berebut simpati masyarakat Semarang selama 7 bulan masa kampanye. Jumlah caleg itu belum termasuk caleg tingkat provinsi, DPR RI, DPD maupun dua pasangan calon presiden.

    “Gempar adalah sebuah gerakan moral.  Lewat Gempar, kami ingin partisipasi masyarakat tidak hanya saat datang di TPS (tempat pemungutan suara) namun juga ada sebuah kesadaran politik untuk bersama-sama mewujudkan pemilu jurdil tanpa kecurangan, hoax dan bebas money politik,” tegas dia.  

    Terbangkan Balon
     
    Panwascam Tembalang, sebagai salah satu yang mengawal Gempar,  sesuai melakukan dua kali sosialisasi menerbangkan balon bersama-sama sebagai simbol Pemilu Damai dan komitken bersama dalam Gempar.

    Sebelumnya juga menobatkan duta pengawas partisipasi untuk kaum muda dari karang taruna dan mahasiwa,  dimana mereka memiliki jaringan yang cukup kuat di kalangan pemuda.

    Panwascam Tembalang sudah menyiapkan strategi untuk membumikan Gempar. Dua kali kegiatan yang digelar pihaknya, sosialisasi dan rapat koordinasi (rakor) diharapkan bermuara pada sebuah jejaring komunikasi yang menyinkronkan kerja agen pengawas di 12 kelurahan hingga level RT/RW.

    “Kami libatkan generasi milenial, mulai mahasiswa, pelajar hingga karangtaruna. Kami libatkan pula pengurus RT, RW, penggerak PKK, LPMK, tokoh agama, tokoh masyarakat. Tidak hanya mengawal jalannya kampanye, setidaknya mereka juga bisa berperan melakukan pencegahan ketika akan terjadi sebuah pelanggaran,” ujar Agus Djoyo,  Koordinator Pengawas dan Hubungan Antar Lembaga Panwascam Tembalang usai Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Hotel Candi Indah, Minggu (7/10).

    Keterlibatan masyarakat sangat mutlak dibutuhkan agar Pemilu 2019 berjalan sesuai harapan. Ini lantaran Tembalang merupakan salah satu wilayah besar di Kota Semarang, ada 111 caleg tingkat kota yang akan berebut suara di Daerah Pemilihan 3, Tembalang dan Candisari.

    “Tentunya sangat sulit ketika kami yang hanya bertiga, ditambah 12 pengawas kelurahan mengawasi setiap gerak kampanye caleg yang lebih sering blusukan, door to door ke warga. Di sini lah peran agen-agen Gempar membantu pengawasan,” imbuh dia.   

    Camat Tembalang Heroe Soekendar sepakat bahwa partipasi pemilih tidak hanya dilihat dari tingkat kehadiran masyarakat di TPS saat hari H pemungutan.

    Bersama dengan jajaran Panwascam, pihaknya akan menggerakkan potensi aparatur kelurahan agar bersinergi sekaligus mendorong kesadaran politik masyarakat dalam pengawasan partisipatif.

    “Seiring dengan semangat kami agar Pemilu 2019 di Tembalang bisa berjalan jurdil dalam suasana kondusif, aman dengan tetap mengedepankan netralitas kami sebagai ASN,” tukas dia.(yve)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini