ugm-mengirim-mahasiswa-kkn-ke-wilayah-terluarPara mahasiswa UGM peserta KKN serta dosen pembimbing lapangan Widya Nayati (tengah) setiba di Pelabuhan Seba, Kabupaten Sabu Raijua, NTT.


Siaran Pers
UGM Mengirim Mahasiswa KKN ke Wilayah Terluar

SHARE

KORANBERNAS.ID, SEBA-NTT -- Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus Nithanael Rihi Heke, M.Si. dan Wakil Bupati Sabu Raijua Yohanis Uly Kale, A.Md., menerima 27 mahasiswa KKN PPM UGM periode 2 tahun 2022 di kantor bupati, Rabu (29/6/2022). Para mahasiswa ini diserahkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM Sabu Raijua — Dr. Widya Nayati, M.A.  Para mahasiswa ini akan mengabdi di 4 desa di Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua hingga selama 50 hari kerja. Ke 4 desa yang digunakan sebagai lokasi pengabdian mahasiswa KKN UGM adalah desa Tanajawa, Desa Lobohede, Molie dan desa Pedarro.


Siaran pers yang diterima koranbernas.id Kamis (30/6/2022) menyebutkan, kegiatan KKN PPM UGM di 4 desa di kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua ini merupaan kegiatan lanjutan dari kegiatan KKN PPM UGM bulan Juli-Agustus 2020 (dengan sistem daring), Juli-Agustus 2021 (dengan sistem daring) dan Desember 2021-Februari 2022 (sistem luring).


Kegiatan KKN PPM UGM ini bertema Peningkatan Peran Wanita dalam Mencapai Kesejahteraan Berkelanjutan melalui Pariwisata di Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Tema ini menggabungkan keinginan membantu pemerintah dalam menanggulangi stunting, ketahanan pangan, pencapaian kesejahteraan dengan hidup sehat secara berkelanjutan, dan kesiapan masyarakat Sabu Raijua –khususnya Hawu Mehara dalam mengelola objek-objek wisata secara lestari dan berkelanjutan. Ada 17 program yang ada di SDGs (Sustainable Development Goals), menjadi salah satu arah kegiatan KKN di Sabu Raijua.

“Diharapkan ke depan, wilayah Sabu Raijua, wilayah terselatan ke 2 di Indonesia, menjadi wilayah edupark bagi semua orang,” tutur Dr. Widya Nayati.


Kepala Pusat Studi Wanita UGM ini menambahkan, wilayah Sabu Raijua diharapkan menjadi tempat pembelajaran bagi wisatawan yang datang. Wisatawan dapat melakukan pembelajaran atas alam dan budaya Sabu Raijua.  Bagi masyarakat lokal, kehadiran wisatawan ke Sabu Raijua dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran dan mengembangkan wilayah, termasuk mengembangkan budaya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut Widya, ke 27 mahasiswa KKN PPM UGM di Sabu Raiju, akan menjalankan program-program yang berkaitan dengan pengembangan wisata edupark, pengembangan SDM berkualitas guna mendukung kesehatan keluarga dan anak, generasi cerdas Rai Hawu, pemanfaatan sumber alam Rai Hawu, Rai Hawu sehat dan bahagia, pengembangan ekonomi masyarakat Rai Hawu, dan waste edu center Rai Hawu.  Pada tahun ini, 4 unggulan akan dilakukan di Hawu Mehara yaitu pembuatan tugu dengan desain yang mencontoh Kalabbamadja, kesehatan reproduksi untuk remaja, festival lampion, dan pengembangan UMKM gula Sabu.

Tugu menjadi tanda wilayah Hawu Mehara sebagai wilayah objek wisata Kalabbamadja. Tugu ini nantinya akan dibangun di tepi jalan dekat kantor Kecamatan Hawu Mehara. Diharapkan tugu dengan ukuran lebih pendek, akan dibangun di 10 kelurahan yang ada di Hawu Mehara, sehingga wilayah Hawu Mehara akan memiliki ikon khusus yaitu tugu replika Kalabbamadja.

Kegiatan kesehatan reproduksi akan memberikan pengetahuan tentang siklus menstruasi dan membuat pembalut kain. Pembalut kain ini menjadi program yang berkaitan juga dengan usaha mengurangi sampah, sehingga masalah kebersihan lingkungan desa dapat diselesaikan.

Sedangkan festival lampion akan menjadi kegiatan dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia tahun 2022. 

Program UMKM akan dilakukan dengan melakukan pengemasan gula sabu yang siap untuk jadi barang souvenir bagi wisatawan.

“Kehadiran mahasiswa KKN UGM diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan potensi lokal menuju kesejahteraan mereka sendiri,” tutur Widya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini