Senin, 25 Jan 2021,


uniknya-wisuda-sekolah-lansia-tertidur-dibelai-udara-sejuk-ac-hotel-berbintangWisudawan wisudawati lansia berprestasi.  Meraih cumlaude pada usia di atas 80 tahun. (arie giyarto/koranbernas.id)


Arie Giyarto

Uniknya Wisuda Sekolah Lansia, Tertidur Dibelai Udara Sejuk AC Hotel Berbintang


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARYA --  Dulu, anak-anak Sekolah Dasar (SD) menjalani wisuda atas kelulusan mereka sebagaimana mahasiswa di perguruan tinggi dianggap aneh. Menyusul kemudian wisuda anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) seiring berjalannya waktu dianggap hal biasa.

Kini, ada yang lebih unik lagi yakni wisuda bagi lanjut usia (lansia) yang telah menyelesaikan Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL). Wisudawan dan wisudawati betul-betul lanjut usia, bahkan ada yang usianya 90 tahun. Peristiwanya terjadi Rabu (2/12-2020) di Hotel Sahid Raya Babarsari Yogyakarta.


Ada 151 wisudawan wisudawati dari tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul. Mereka mengenakan toga seperti wisuda umumnya. Prosesinya pun sama yakni memindahkan kucir toga. Bedanya dengan wisuda lulusan perguruan tinggi, para lansia itu secara bersama-sama memindahkan sendiri kucir toganya disusul luapan kegembiraan disertai sorak sorai.

Hebatnya lagi, wisuda yang dilakukan Kepala Perwakilan BKKBN DIY Dr Ukik Kusuma Kurniawan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur DIY Paku Alam X. Bahkan dia secara khusus memberikan sambutannya.


Lantai dua

Karena acara berlangsung di lantai dua, pasti tidak sesederhana apalagi pesertanya lansia. Sebagian dari mereka masuk hotel berbintang bisa jadi baru pertama kali. “Memang sudah saya jelaskan sejak awal, ada tiga cara yang bisa ditempuh. Yakni pakai lift, tangga berjalan dan tangga biasa,” kata Ir Daru, salah seorang panitia kepada koranbernas.id. Dibantu para pendamping akhirnya mereka selamat sampai lantai dua dengan pilihan masing-masing.

Usia lanjut serta kebiasaan sehari-hari mewarnai suasana ruang wisuda. Belaian udara sejuk AC (Air Conditioner) membuat mereka seperti terlena. Koranbernas.id melihat beberapa di antara mereka tertidur. Ada juga yang dengan santai duduk jegang mengangkat sebelah kaki ke kursi. Dia tampak sangat nyaman.

Protokol kesehatan

Seluruh peserta upacara diharuskan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Mereka dipantau suhu badan di pintu masuk hotel dilanjutkan membersihkan tangan dengan hand sanitizer.

Tak hanya itu, di pintu masuk ruangan seluruh peserta mengganti masker yang lebih memenuhi syarat. Bahkan kepada mereka dipakaikan sarung tangan karet agar lebih aman.

Kursi pun ditata sesuai aturan jaga jarak. Ada larangan melepas masker meski banyak di antara mereka mengatakan agak risih karena tak biasa. Namun panitia tidak mau ambil risiko.

Lansia tangguh

Paku Alam X maupun Kaperwil BKKBN DIY Dr Ukik mengapresiasi semangat belajar para lansia. Mereka mengikuti kurikulum dan pada mereka pun diberikan ranking prestasi. Ada yang cumlaude. Mereka yang berprestasi diberi kehormatan maju diwisuda dan foto bersama Paku Alam X serta Kaperwil BKKBN DIY.

Dibanding provinsi lain, populasi lansia DIY angkanya tertinggi. Ke depan angka itu akan semakin bertambah sesuai keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.

Artinya, angka harapan hidup semakin naik dan kini mencapai 74 tahun. Hal itu akan memunculkan masalah dari sisi kualitas kepidupan mereka. Untuk itulah, guna mewujudkan lansia tangguh, mandiri dan produktif perlu ada sekolah yang menjadi bagian dari pemberdayaan lansia agar mereka merasa dihormati.

Sebagai penyandang predikat sesepuh, orang tua wajib dihargai dan memperoleh kebahagiaan dalam keluarga. Usia boleh tua tetapi semangat harus muda. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini