Wabup Temukan Kaleng Penyok

Saat Sidak di Sejumlah Toko Modern Berjejaring

68
Wakil Bupati Dra Hj Sri Muslimatun Mkes ketika melakukan sidak makanan di toko modern kawasan Jalan Kaliurang, Selasa (12/06/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan kedaluwarsa di sejumlah toko modern berjejaring, Selasa (12/06/2018).

Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun M Kes yang memimpin langsung sidak tersebut menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut sebagai evaluasi dan memberikan pembinaan jika terdapat hal-hal hal yang merugikan konsumen.

“Sebetulnya sidak ini bisa menguntungkan pemilik ketika semua barangnya baik, itu kan artinya toko swalayan tersebut bermutu,” ujar Sri Muslimatun.

Adapun sejumlah toko modern berjejaring yang disidak yaitu Toko Swalayan Mirota Pasaraya Jalan Kaliurang Km 6, Superindo Jalan Kaliurang Km 6 dan Toko Swalayan Janu Putra Pasaraya Jalan Kebon Agung Sumberadi Tlogoadi.

Baca Juga :  Ratusan Penderita Katarak Dioperasi, Gratis

Wakil bupati menemukan beberapa produk kemasan kaleng dalam kondisi penyok. Selain itu juga ada produk makanan tidak memiliki nomor register serta tanpa tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa.

“Temuannya ada beberapa produksi kaleng yang penyok dan itu tidak boleh karena ketika penyok maka dikhawatirkan ada jasad renik masuk ke makanan itu. Nah ini merugikan konsumen. Kedua, kita temukan produk yang tidak ada nomor registrasi dan tidak tercantum dengan jelas kapan produksi dan kapan kedaluwarsa,” papar Sri Muslimatun.

Dengan adanya temuan tersebut, Sri Muslimatun melakukan pembinaan secara langsung kepada pihak pimilik toko agar memperhatikan dan segera melakukan pengembalian produk-produk yang mengalami kerusakan baik secara fisik yang rusak, ataupun produk yang melampaui tanggal kedaluwarsa.

Baca Juga :  Pencuri di Kantor Kecamatan Ini Ketahui Kunci Rahasia

Menurut dia, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan terhadap produk makanan yaitu tidak boleh berubah bau, warna, dan rasa.

Jika produk yang mengalami kerusakan kemasan dibiarkan, dikhawatirkan dimasuki bakteri yang membahayakan pembeli dan berakibat beberapa masalah seperti gangguan pencernaan dan gangguan hati atau liver. (sol)