Selasa, 17 Mei 2022,


wakili-diy-perpustakaan-banyurejo-tempel-maju-lomba-tingkat-nasionalPerpustakaan Banyurejo, Kapanewon Tempel, mewakili Provinsi DIY dalam ajang lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kalurahan) Tingkat Nasional. (istimewa)


Nila Hastuti
Wakili DIY, Perpustakaan Banyurejo Tempel Maju Lomba Tingkat Nasional

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Perpustakaan Banyurejo, Kapanewon Tempel mewakili Provinsi DIY dalam ajang lomba Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kalurahan) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI. Bertempat di Smart Room Kominfo Sleman, Jumat (27/8/2021), Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendampingi Perpus Banyurejo dalam memberikan paparan di hadapan tim Dewan Juri Nasional yang dilakukan secara daring.


Bupati Kustini mengatakan, kehadiran Tim Juri Nasional ke Sleman secara virtual tersebut merupakan suatu kebanggaan dan tentunya memberikan motivasi dalam upaya pengembangan perpustakaan yang ada di Kabupaten Sleman dengan lebih optimal lagi.

  • Pergelaran Macapat Massal Libatkan 250 Peserta
  • TMMD Selesai dengan Hasil Memuaskan

  • Kabupaten Sleman sangat mendukung pengembangan perpustakaan melalui program rintisan gemar membaca. Sehingga sampai tahun 2021 ini telah mengantarkan empat perpustakaan maju pada lomba perpustakaan kelurahan tingkat nasional dan tiga diantaranya telah meraih prestasi, yaitu perpustakaan Wedomartani juara 1 pada tahun 2016, perpustakaan Sukoharjo juara 2 tahun 2017, perpustakaan Balecatur juara 1 pada tahun 2019.

    “Harapan saya, perpustakaan Banyurejo ini terpilih menjadi perpustakaan kelurahan terbaik tingkat Nasional,” kata Kustini.

  • Beragam Masalah Hambat Tumbuhnya BUMDes
  • Tim Mabes TNI Tinjau TMMD Sleman

  • Kustini juga memberikan apresiasi kepada Perpus Desa Banyurejo atas kinerja dan prestasinya tersebut. Dia mempersilahkan tim juri untuk berdialog langsung dengan masyarakat serta pengurus perpustakaan kelurahan guna mendapatkan gambaran yang objektif.

    Sekretaris Utama Perpusnas, Dedi Junaedi, mengatakan lomba perpustakaan tersebut diharapkan memberikan semangat kepada para pejuang literasi untuk lebih berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui kemampuan literasi yang meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi.

    “Tujuan utama pembentukan perpustakaan desa adalah sebagai satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan membaca guna mencerdaskan kehidupan masyarakat desa,” ujarnya.

    Tahun ini, lomba perpustakaan umum terbaik (Desa/Kalurahan) diikuti perpustakaan dari 34 provinsi. Sedangkan untuk lomba perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas terbaik, diikuti oleh 15 provinsi yang telah melalui penilaian berkas.

    Penilaian lomba perpustakaan umum terbaik (desa/kelurahan) dilaksanakan pada 23 Agustus-10 September 2021. Sementara penilaian lomba perpustakaan sekolah/madrasah lanjutan tingkat atas terbaik dilaksanakan pada 23 Agustus-27 Agustus 2021. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini