warga-banjarwaru-bantul-gelar-merti-dusunMerti Dusun Warga Banjarwaru Kalurahan Gilangharjo Pandak Bantul, Rabu (29/6/2022) sore. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Warga Banjarwaru Bantul Gelar Merti Dusun

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Setelah vakum dua tahun, warga Pedukuhan Banjawaru Kalurahan Gilangharjo Pandak Bantul kembali menggelar upacara Merti Dusun, Rabu (29/6/2022) sore.


Merti dusun merupakan wujud  ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat sehat, rezeki, kerukunan dan kemakmuran yang dikaruniakan. Setiap tahun tradisi itu digelar usai Hari Raya Idul Fitri.

  • Tiga Gunungan Ini Tarik Wisatawan

  • Merti dusun dihadiri Endang Widuri selaku Kepala Seksi Lembaga Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, anggota DPRD Bantul Eko Sutrisno Aji dan Heru Sudibdyo, Camat Pandak Nanang Dwi Atmoko, Lurah Gilangharjo Pardiyono, Ketua Bamuskal M Zainul Zain serta ratusan warga dan tamu undangan.

    “Merti dusun adalah wujud ungkapan rasa syukur atas segala nikmat dari Sang Pencipta dan bertujuan pula untuk merekatkan tali persaudaraan, gotong royong dan kerukunan warga di Banjarwaru,” kata Supriyanto selaku ketua panitia.


    Kegiatan merti dusun diawali doa panuwunan oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan kirab dengan cucuk lampah bregada keprajuritan diikuti pembawa gunungan hasil bumi dan buah-buahan, grup hadroh, tari tradisi serta warga setempat.

    Warga mengenakan baju tradisional sembari membawa panjang ilang, keranjang yang terbuat dari anyaman janur  yang di dalamnya diisi aneka jajanan tradisional, nasi lengkap dengan lauk dan sayurnya.

    Peserta kirab start dari halaman rumah Supriyanto kemudian  berkeliling Padukuhan Banjarwaru dan finish kembali lagi ke halaman rumah  tersebut.

    Usai kirab warga makan bersama atau kembul bujana nasi gurih dengan lauk ingkung menggunakan takir dari daun pisang. Mereka juga memperebutkan gunungan yang dikirab serta membawa pulang oleh-oleh panjang ilang.

    “Saya mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam kaitan pengembangan, pelestarian terhadap  seni tradisi dan adat. Semoga Gilangharjo bisa menjadi desa mandiri budaya,” kata Endang Widuri.

    Perlu komitmen dan kepedulian semua  pihak untuk mewujudkannya. Lurah Pardiyono mengatakan kegiatan merti dusun digelar juga untuk memohon agar mereka selalu diberi keselamatan oleh Sang Pencipta, dijauhkan dari segala halangan dan rintangan. “Semoga semua diberikan keselamatan dan kesehatan,” katanya. (*)


    TAGS: merti  dusun 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini