Warga Pertanyakan Program Betonisasi di Mojopereng Krakitan

36

 

KORANBERNAS.ID–Sejumlah warga Desa Krakitan Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten mempertanyakan pelaksanaan program betonisasi jalan di Dukuh Mojopereng Desa Krakitan. Warga menilai, program tersebut tidak transparan dan penuh kejanggalan.

Warga menilai ada kejanggalan pada anggaran dan volume kegiatan. Sebab kenyataan di lapangan, kegiatan itu bersumber dari dana aspirasi dan dana desa.

“Betonisasi jalan disana (Dukuh Mojopereng) ada dua kegiatan dan dua sumber dana. Yakni aspirasi anggota dewan dan dana desa 2018,”kata Teguh yang mengaku warga Krakitan Bayat.

Diceritakan, di Dukuh Mojopereng Desa Krakitan ada dua kegiatan betonisasi dengan dua sumber dana. Jadi bukan semuanya berasal dari dana desa 2018. Namun di papan nama kegiatan disebutkan betonisasi berasal dari dana desa.

Baca Juga :  Prambanan Klaten Berjuang Keras APBDes 2018 Final Akhir 2017

Senada dikemukakan Agus. Kepada koranbernas.id  dilokasi kegiatan, dia mengatakan jika kegiatan betonisasi membingungkan karena di papan nama proyek ada dua volume kegiatan yang berbeda.

“Di papan nama kegiatan di Dukuh Mojopereng RT 8/RW 19 Desa Krakitan disebutkan total anggaran betonisasi Rp 73,186 juta dari dana desa. Tapi di volume kegiatannya tertulis panjang 131 dan 28 meter, lebar 2,50 dan 3,00 meter dan tinggi 0,10 dan 0,10 meter,” ujarnya.

Kejanggalan lain kata mereka, kegiatan itu digarap oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Krakitan. Sedangkan satu kegiatan betonisasi yang dananya dari aspirasi dewan digarap oleh warga.

Memang kata dia, lokasi kegiatan bersebelahan sehingga ada kesan jika kegiatan itu satu paket. Namun jika disebutkan kegiatan itu seluruhnya didanai oleh dana desa, diapun membantah.

Baca Juga :  Pedagang Memilih Bertahan Sampai 2023

Kepala Desa Krakitan Nurdin saat dikonfirmasi melalui telepon membantah jika kegiatan betonisasi di Dukuh Mojopereng ada penyimpangan. Dia juga mengklaim kegiatan itu lebih baik bila dibandingkan dengan kegiatan di desa lain.

“Begini, kegiatan itu lebih bagus bila dibandingkan desa lain. Kami juga selalu koordinasi dengan Bappeda dan dinas terkait soal kegiatan di lapangan,”kata Nurdin.

Saat disinggung soal papan nama kegiatan yang tercantum 2 volume kegiatan berbeda, Nurdin menjawab papan nama itu salah. (SM)