Rabu, 04 Agu 2021,


waspadai-titik-lengah-ini-agar-kasus-positif-tak-bertambahWakil Bupati Bantul Joko Purnomo monitoring prokes di RM Gudang Bumbu Potorono Banguntapan. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Waspadai Titik Lengah Ini agar Kasus Positif Tak Bertambah

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo melakukan monitoring ke wilayah Kapanewon Banguntapan sehubungan adanya lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten ini, Senin (21/6/2021).


Banguntapan menjadi penyumbang terbanyak kasus positif. Berdasarkan data hingga Senin petang, jumlah kasus di Bantul mencapai 17.527 orang, sembuh 14.488 dan meninggal 422 orang.


Warga yang menjalani perawatan atau isolasi 2.617 orang dengan sebaran terbanyak Kapanewon Banguntapan 435 orang, Sewon 329 orang dan Kasihan 283 orang.

Monitoring dilakukan bersama Kepala Satpol PP Yulius Suharta, Panewu Banguntapan Fauzan Muarifin dan tim. Selain ke pasar, juga rumah makan.


Saat mengunjungi Rumah Makan Kedung Bumbu Jalan Ngipik-Pleret Kalurahan Potorono tim sebelum masuk dicek suhunya oleh petugas rumah makan, kemudian mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengenakan masker dan menjaga jarak saat mengambil makanan.

Pengelola menyediakan sarung tangan plastik untuk semua pengunjung. Di tempat tersebut ada Satgas Covid-19 internal rumah makan dengan tugasnya masing-masing.

“Apa yang dilakukan oleh rumah makan ini, layak menjadi contoh. Ketika kita semua menerapkan prokes dengan disiplin, Insya Allah kasus covid-19 di Bantul akan terkendali dan menurun,” kata Joko.

Apalagi Rumah Makan Kedung Bumbu memiliki satgas yang selalu mengingatkan pengunjung melaksanakan prokes. Ini positif, bisa ditiru rumah makan lain.

“Kunci mengendalikan Covid adalah kita semua menerapkan protokol kesehatan. Tidak boleh lengah atau lalai,” tandas Joko yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul tersebut.

Fauzan menambahkan wilayah Banguntapan penyumbang terbanyak kasus positif berasal dari pelaku perjalanan dan titik lengah.

Banyak pelaku perjalanan tidak isolasi saat tiba di Banguntapan. Mereka tidak bergejala. Ketahuan positif  ketika akan kembali dan harus menjalani tes sebagai syarat perjalanan atau naik transportasi umum. “Nah, padahal selama di rumah sudah berinteraksi dengan banyak orang,” katanya.

Fauzan berharap pelaku perjalanan disiplin melakukan prosedur isolasi dan menerapkan prokes saat beraktivitas. Kemudian, aparatur hingga RT perlu melakukan monitoring wilayah termasuk mengingatkan pendatang atau pelaku perjalanan melaksanakan prosedur atau aturan yang berlaku.

Titik lengah juga menjadi penyumbang kasus positif di Banguntapan yaitu saat orang merasa aman dan nyaman berkegiatan sehingga lupa atau lalai menerapkan prokes.

Misalnya nongkrong di warung atau kafe,  mau naik motor, berkegiatan di tempat ibadah, berkegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal seperti ronda dan kerja bakti serta kegiatan lain bersama teman atau tetangga.

“Kami sudah mengirimkan surat ke warung makan, kafe, dan tempat  usaha lain serta pemerintahan hingga RT, untuk tidak lengah menerapkan  prokes di mana pun dan kapan pun,” katanya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini