wisata-perpustakaanSarwono, SIP., M.A. (Istimewa).


---
Wisata Perpustakaan

Oleh: Sarwono
SHARE

PERPUSTAKAAN saat ini sudah dikenal luas oleh masyarakat. Keberadaan perpustakaan dengan berbagai jenisnya mudah ditemukan. Perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus dan terlebih lagi perpustakaan umum sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.


Fungsi perpustakaan sesungguhnya bukan hanya penyimpan dan pengelola bahan pustaka berupa buku saja. Beragam koleksi dari buku, majalah, peta dan sebagainya sudah menjadi barang lumrah di perpustakaan. Berbagai koleksi dan jenis layanan yang ada tersebut harus dimanfaatkan untuk mewujudkan fungsi-fungsi perpustakaan.


Fungsi perpustakaan yang pertama adalah fungsi edukatif. Artinya perpustakaan merupakan sebuah institusi atau lembaga yang bersifat pendidikan atau mendidik. Perpustakaan selalu berkaitan dengan dunia pendidikan. Apapun jenis perpustakaan pastilah memiliki kaitan dengan pendidikan masyarakat. Pengunjung perpustakaan yang dikenal dengan sebutan pemustaka dapat secara mandiri memanfaatkan koleksi perpustakaan untuk pendidikannya.

Fungsi berikutnya adalah fungsi informatif, yaitu perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai macam informasi untuk pemustakanya. Informasi yang tersedia dapat digunakan untuk melaksanakan fungsi riset. Pengertian dari fungsi riset adalah perpustakaan memberikan jasa dengan menyediakan berbagai macam sumber bahan informasi untuk penelitian. Bahan informasi yang ada bisa digunakan untuk penelitian sejarah, geografi, teknik ataupun jenis penelitian lainnya. Perpustakaan juga memiliki fungsi rekreatif yang bermakna perpustakaan merupakan tempat rekreasi yang menggembirakan dan menyegarkan. Perpustakaan menyediakan koleksi bahan perpustakaan yang menyenangkan seperti novel, cerpen, dan koleksi lainnya. Bacaan yang menggembirakan ditambah lagi dengan berbagai jenis layanan yang diberikan. Semua bertujuan membuat pemustaka merasa betah dan senang berada di perpustakaan. Suasana perpustakaan saat ini juga berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Suara musik, suara televisi atau suara orang berdiskusi sudah akrab di perpustakaan. Oleh karena itu orang perlu berkunjung dan berwisata ke perpustakaan.


Wisata perpustakaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian wisata adalah bepergian secara bersama-sama dengan tujuan untuk bersenang-senang, menambah pengetahuan, dan lain-lain. Selain itu juga dapat diartikan sebagai bertamasya atau piknik. Masyarakat mengenal juga istilah wisata religi, wisata untuk refreshing dan juga wisata untuk penelitian. Wisata religi biasanya berkaitan dengan keagamaan, wisata refreshing untuk bersenang-senang, sedangkan wisata untuk penelitian biasanya berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Jika penelitian sejarah maka wisata ini dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan tema penelitiannya.

Perpustakaan dengan berbagai fungsi yang dimilikinya saat ini layak dijadikan sebagai tempat tujuan wisata. Wisata ini kita sebut dengan wisata perpustakaan. Selain sebagai tempat belajar, maka perpustakaan juga berperan sebagai tempat wisata penelitian maupun wisata untuk refreshing. Bahkan dapat dikatakan pula perpustakaan dapat dijadikan tujuan wisata sejarah. Dengan mengunjungi perpustakaan maka pemahaman pemustaka akan sejarah menjadi bertambah. Beberapa perpustakaan yang dapat dijadikan tujuan wisata perpustakaan antara lain Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY, perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM), dan perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII).

Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY

Balai layanan perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berada di Grha Tama Pustaka atau yang dikenal dengan GTP. Bermacam-macam layanan yang ada di sini sangat menghibur pemustaka. Layanan mendongeng untuk pemustaka anak-anak, layanan khusus anak, dan layanan film 3 dimensi. Layanan perpustakaan ini juga dengan taman dan gazebo yang nyaman untuk belajar. Layanan film 3 dimensi merupakan salah satu layanan yang diminati oleh pengunjung/pemustaka. Tidak heran jika banyak tamu dari luar DIY dating berkunjung ke balai layanan perpustakaan ini.

DPAD DIY saat ini mengelola bidang perpustakaan dan bidang kearsipan. Jika balai layanan perpustakaan ini sudah terkenal dengan berbagai jenis layanannya, maka di bidang kearsipan tidak mau ketinggalan. Saat ini di DPAD bagian kearsipan terdapat juga diorama sejarah DIY. Diorama yang disajikan menggunakan teknologi yang luar biasa. Pengunjung seakan-akan dibawa ke dunia nyata pada masa lalu. Sehingga pengunjung benar-benar seperti berada pada masa peristiwa yang sedang berlangsung. Diorama ini menyajikan sejarah DIY sejak masih zaman kerajaan yang dipimpin oleh raja-raja terdahulu. Tak lupa kisah reformasi, peran Sultan Hamengkuwono X dalam pisowanan agung dan peristiwa gempa bumi tahun 2006 menjadi hal penting yang disajikan. Saat ini diorama ini masih dapat dinikmati secara gratis. Artinya pengunjung tidak dipungut biaya. Beberapa waktu ke depan kemungkinan akan dikenakan tarif untuk pengunjung diorama. Untuk menikmati diorama ini diperlukan waktu sekitar 90 menit. Namun waktu 90 menit tersebut seperti terasa singkat, dikarenakan keasyikan dan kekaguman menikmati diorama tersebut. Diorama ini merupakan layanan yang berdasarkan kajian sejarah sekaligus dapat digunakan sebagai sarana edukatif dan penelitian sejarah.

Perpustakaan UGM

Sebagai salah satu universitas ternama di Indonesia, UGM memiliki perpustakaan yang cukup megah. Terdiri dari 3 gedung utama. Satu gedung terdiri dari lima lantai dan dua gedung lainnya terdiri dari tiga lantai. Di atas gedung lantai lima pemustaka dapat menikmati pemandangan di sekitarnya dengan leluasa. Selain pemandangan yang indah akan tampak gunung Merapi di arah utara. Perpustakaan UGM juga memberikan berbagai jenis layanan. Antara lain layanan anak dengan menyediakan area bermain, layanan difabel dan layanan koleksi langka. Koleksi langka ini adalah koleksi dari eks Perpustakaan Hatta. Layanan koleksi langka dikenal dengan layanan Hatta Corner. Selain buku-buku tulisan bung Hatta di Hatta Corner juga terdapat berbagai koleksi terbitan ratusan tahun silam.  Salah satu koleksi yang terkenal adalah buku tentang candi Borobudur.

Perpustakaan UII

Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) adalah satu perpustakaan yang unik. Di dalam perpustakaan UII terdapat bangunan candi. Candi ditemukan pada saat penggalian untuk pembangunan. Akhirnya candi ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung perpustakaan UII. Setelahmengunjungi perpustakaan UII bisa dilanjutkan berwisata ke Kaliurang.

Akhirnya selamat berwisata ke perpustakaan. Berwisata untuk bergembira dan menambah pengetahuan kita. *

Sarwono, SIP., M.A.

Pustakawan UGM, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia DIY



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini